Mendadak Lupa Kalau Masih Bertatus Jomblo Sejati

Image

Kali pertama gue keluar jawa (selain bali dan sumatera) ini kali pertamanya gue ikutan kerja di salah satu perusahaan kontraktor konstruksi terbesar di Indonesia, gue Continue reading

Advertisements

Jangan Bikin Kami Jatuh Cinta

Image

Ah Semua memang tak sama, anggapan demi anggapan juga berlaku tentang sebuah rasa. ya rasa yang datang dari dalam hati.

Suatu hari aku berjumapa dengan seorang teman, dia orang yang hanif. Nampak guratan senja menggelayuti wajahnya yang murung.

Continue reading

Lebih baik menunggu atau di tunggu?

Image-Jika menunggu mungkin ada rasa semacam kekhawatiran apakan yang ditunggu segera hadir atau tidak bahkan ada ketidak pastian dan “buang – buang waktu” karena menunggu, tapi menunggu tidak akan terasa buang – buang waktu jika disela waktu menunggu tersebut kita melakukan hal – hal positif yang bisa mengupgrade skill dll termasuk yang “itu” agar tenang.

Continue reading

tak perlu diucap hanya perlu di kenang

ketika mendengar sebuah lirik lagu yang dah g asing lagi tiba tiba teringat masa – masa SMA bersama teman seperjuangan, susah senang bersama, penuh kejutan yang tak terduga saat susah bareng, seneng bareng, tarawih sampe ketiduran gara gara imam shalatnya kepanjangan baca surat pendeknya diajarin bikin kue, kue pertama gosong, kedua dan selanjutnya berhasil,..

Baiti Jannati

Kali ini aku nggak akan berkonyol ria dengan bercerita tentang kisah cinta yang selalu berujung tragis, tapiiii aku akan menceritakan sedikit ilmu yang sempet aku serap tadi pagi sambil ngantuk – ngantuk senderan dipinggir tembok disamping mbak mbak sholihah hihihi

Jadi rumah terbaik itu ibarat rumah dimana kalau kita menghuninya kita akan merasakan ketenangan, ketenteraman batin dan kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang selalu membuat kita mengingat cinta kasih Allah. Naaaaaaah inilah yang sering kita sebut sebagai “baiti jannati”

Baiti Jannati berasal dari dua suku kata dalam bahasa arab.

Baiti = rumah

Jannati = Jannah = surga

Jadiiiii :

Baiti jannati adalah rumah surga  yang sering diartikan sebagai “rumahku surgaku”

Berikut 5 unsur baiti jannati diantaranya :

1. Bangunan (rumah)

syarat bangunan (rumah) baiti jannati diantaranya

a. Bangunan tersebut tak boleh berlebih – lebihan.

b. Bangunan tersebut tidak sia – sia.

c. Sesuai keperluan dan kebutuhan.

Dalam arti bentuk, struktur tidak bermewah – mewah, namun tetap memperhatikan asas kebermanfaatan.

Misal dalam satu keluarga terdiri dari 4 orang namun kepala keluarga membuat rumah dengan 20 kamar, itu termasuk kesia- siaan. Kecuali jika dari 20 kamar tersebut sebagian dimaksudkan untuk peluang usaha. Misal dikontrakkan, di sewakan atau di kos kan. Itung -itung buat tambah penghasilan keluarga.

2. Tata Ruang

Tata ruang yang baik adalah tata ruang yang sesuai dan terjaga dari pelanggaran syar’i. Memudahkan untuk beribadah dan beramal shalih. Mempertemukan keluarga dalam kebersamaan.

Tata ruang disini memegang peranan yang sangat penting dimana pemisahan antar ruang dilakukan dengan tetap mempertimbangkan asas ke sopanan tanpa melanggar syar’i. Temasuk pemisahan antar ruang dengan membuat bilik – bilik kamar, agar aktivitas anggota kaluarga tak nampak oleh orang lain bukan muhrim ketika datang tamu. Pemisahan kamar untuk anak laki – laki dan perempuan juga harus diperhatikan, meskipun tidak harus satu anak satu kamar. Pemisahan cukup dilakukan berdasarkan gender untuk membentuk kebersamaan.

Perlu dibuat ruang khusus keluarga tempat berkumpulnya satu keluarga untuk menciptakan kebersamaan dan kasih sayang 🙂

3. Ornamen dan Hiasan

Ornamen dan hiasan juga perlu diperhatikan untuk mempercantik ruangan dan menghidupkan suasana kenyamanan, namun tetap berpegang pada 4 syarat : tidak berlebih – lebihan, tidak ada kesia – sia an, sesuai kebutuhan dan keperluan, menggugah naluri keimanan. Misal dengan memilih ornamen kaligrafi dibanding lukisan abstrak yang tak jelas namun berhaga mahal. Menciptakan suasana nyaman dengan menghadirkan ornamen berbau fenminis yang bernuansa islam atau mengecat dinding dengan warna – warna favorit.

4. Aktifitas Harian

Untuk menciptakan baiti jannati seluruh anggota keluarga hendaknya memiliki aktivitas yang mendukung, lebih mementingkan kepentingan akhirat di atas kepentingan dunia namun tetap tidak melupakan kewajiban dunianya. Aktifitas harian yang bisa dilakukan antara lain aktifitas ibadah dan beramal shalih (aktifitas apapun yang dinialai bernilai baik dan bermanfaat untuk sesama)

5. Penghuni

Jika dilihat dari segi penghuni rumah, sudah selayaknya kita sebagai manusia yang taat beragama harus tetap menjadi penghuni rumah yang selalu memperhatikan dan terus meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap Allah. Cinta yang mengalir terus hanya untuk sang pencipta. Cinta yang bermuara pada satu dzat yang maha tinggi.

Nah itu tadi 5 unsur baiti jannati yang sempat terekam di memoriku tadi pagi, semoga bermanfaat.

Duh jadi pengen punya rumah sendiri dan menata segala bentuk dan ornamen ruangan hihihi. Mungkin suatu saat allah akan memberikan kesempatan itu. yah someday aku yakin aku bisa melakukan hal itu dan ingin mengaplikasikan di rumahku surgaku with my little family 🙂

Bonus nih lirik lagunya Nasyid Tazzaka

“Rumahku Surgaku”

Sedamai alam raya
Menghijau luas membentang
Seindah lukisan Tuhan
Yang tak pernah lelah
Memuji Keagungan-NyaItulah keindahan
Dambaan setiap insan
Merindukan hidup damai
Kekal dan harmoni

Ayah ibu kami anakmu
belahan jiwamu
Kami pertama hidupmu
sebagai cahaya mata
Mahligai rumah tangga bahagia
Lahir dari jiwa
Tak lepas ujian, dan cobaan Tuhan
Ia akan terpancar
Karena taat dan sifat taqwa

Rasa kasih dan sayang
Juga tanggung jawab
Itulah rumah tangga
Yang mendapat rahmat
dan berkah Alloh
Rumahku Syurgaku

sumber krph Dari ustad syathori

Tinggalkan Yang Haram Maka Kau Dapatkan Yang Halal

Subhanallah maha suci Allah,..

Sabtu pekan lalu aku berkumpul dengan orang – orang sholeh alhamdulillah, kami saling bertukar cerita, berbagi dan saling nasihat menasihati. Begitulah indahnya ukhuwah 🙂

Menjelang shalat dzuhur sesaat sebelum kumandang adzan, murabbiku bercerita tentang sebuah kisah pergolakan hati melawan napsu diri sendiri. Begini kisahnya.

Di tanah tandus nan gersang hiduplah seorang lelaki miskin, tak bermata pencaharian Continue reading