Identifikasi perubahan garis pantai dan penggunaan lahan pasca reklamasi pantai dilakukan menggunakan citra satelit Landsat 7 ETM+ tahun 2002 mode SLC On, citra satelit Landsat 7 ETM+ tahun 2012 mode SLC Off

skripsi_page_01skripsi_page_02skripsi_page_03skripsi_page_04skripsi_page_05skripsi_page_06skripsi_page_07skripsi_page_08skripsi_page_09skripsi_page_10skripsi_page_11skripsi_page_12skripsi_page_13skripsi_page_14skripsi_page_15skripsi_page_16skripsi_page_17skripsi_page_18skripsi_page_19skripsi_page_20skripsi_page_21skripsi_page_22skripsi_page_23skripsi_page_24skripsi_page_25skripsi_page_26skripsi_page_27skripsi_page_28skripsi_page_29skripsi_page_30skripsi_page_31skripsi_page_32skripsi_page_33skripsi_page_34skripsi_page_35skripsi_page_36skripsi_page_37skripsi_page_38skripsi_page_39skripsi_page_40skripsi_page_41skripsi_page_42skripsi_page_43skripsi_page_44skripsi_page_45skripsi_page_46skripsi_page_47skripsi_page_48skripsi_page_49skripsi_page_50skripsi_page_51skripsi_page_52skripsi_page_53skripsi_page_54skripsi_page_55skripsi_page_56skripsi_page_57skripsi_page_58skripsi_page_59skripsi_page_60skripsi_page_61skripsi_page_62skripsi_page_63skripsi_page_64skripsi_page_65skripsi_page_66skripsi_page_67skripsi_page_68skripsi_page_69skripsi_page_70skripsi_page_71skripsi_page_72skripsi_page_73skripsi_page_74skripsi_page_75skripsi_page_76skripsi_page_77skripsi_page_78skripsi_page_79skripsi_page_80skripsi_page_81skripsi_page_82skripsi_page_83skripsi_page_84skripsi_page_85skripsi_page_86skripsi_page_87skripsi_page_88skripsi_page_89skripsi_page_90skripsi_page_91skripsi_page_92skripsi_page_93skripsi_page_94skripsi_page_95skripsi_page_96skripsi_page_97skripsi_page_98
Advertisements

SOMETHING ABOUT LAND INFORMATION MANAGEMENT

Sebelum mengetahui apa itu manajemen pertanahan alangkah baiknya kita tahu definisi tentang tanah. saya tidak akan menjabarkan tanah ke dalam pengertian yang rumit dan banyak sekali pendefinisian tp saya hanya akan mendefinisikan tanah sebagai land dan soil.

Land merupakan suatu wilayah daratan yang bercirikan merangkaum semua tanda pengenal seperti atmosfer, biosfer, tanah,geologi,timbulan, hidrologi,populasi tumbuhan dan hewan serta hasil kegiatan manusia masa lalu dan masa kini yang bersifat mantab/dapat diperkirakan bersifat mendaur sejauh berpengaruh murad atau significant atas penggunaan bahan pada masa kini dan masa edatang.

Soil merupahan lapisan teratas kerak bumi dan meruakan material ubahan dari batuan yng mempunyai sifat sifat fisik tertentu, mempunyai sifat teknik (engineering properties) mempunyai kemampuan menunjang kehidupan biologi da terdiri atas mineral dan bahan organik.

untuk menuju pada konsep MIP selain mendefinisikan tanah juga perlu pendefinisian beberpa aspek terkain MIP.
yaitu Manajemen pertanahan (MP), Administrasi pertanahan (AP), MIP, SIP dan penilaian tanah.

Manajemen pertanahan sebagai seni dan sains untuk pengambilan keputusan dengan tujuan tertentu dengan pertimbangan inventarisasi, alokasi/settlement, pengembangan dan penggnaan serta konservasi sumberdaya tanah (SDT).

Administrasi pertanahan merupakan sebuah kegiatan yang meliputi pengaturan pembangunan dan penggunaan tanah,serta  pengumpulan hasil dari tanah. selain itu juga mengatur mengenai status hak milik, luas tanah serta lokasi tanah.

MIP merupakan pengolahan data pertanahan dan informasi pertanaan dengan tujuan agar memberikan manfaat sebesar2nya baik dimasa sekarang maupun yang aan datang dengan berasaskan sustainable development.

SIP merupakan alat atau sarana untuk pengambilan keputusan baik yang bersifat hukum/legal, administratif dan ekonomi. selaindefinisi diatas SIP juga didefinisikan sebagai suatu kombinasi antara manusia dan sumber2 bersifat teknis bersama dengan prosedur menghasilkan informasi untuk mendukung suatu kebutuhan manajerial.
sistem ini mencakup antara lain :
database yang berisikan data daerah tertentu.
prosedur serta teknik2 yang digunakan untuk pengumpuln data, updating, pengolahan dan diseminasi data dan informasi secara sistematik.

Penilaian tanah merupakan kegiatan penilaian terhadap aspek2 yang berkaitan dengan tanah atau properti antara lain nilai pasar dan nilai penggunaan.dimana nilai tanah sangat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu faktor :
ekonomi,
sosial,
legal govermental & politikal,
fisikal,environmental & lokasi.

setelah mengetahui definisi definisi terkait MIP maka akan timbul bermacm – macam pertanyaan.
misal :
mengapa perlu MIP?
jawabnya simpel aja, karena tanah merupakan SD utama dalam kehidupan yang jumlahnya terbatas, karena ketrbatasan jumlah yang tidak diimbangi dengan kebutuhan tanah yang semaki meningkat akan muncul persaingan dalam hal penguasaan tanah dari persaingan ini akan menimbulkan sebuah konflik.
konflik ini dapat diselesaikan dengan adanya pengelolaan dan pengaturan terkait pertanahan maka dari itu dibangunlah sebuah manajemen informasi pertanahan. karena tanpa adanya intervensi tanah tidak selalu memberikan yang terbaik bahkan seringkali menimbulkan masalah legal, sosial dan ekologikal.

dari pertanyaan di atas akan muncul kembali pertanyaan faktor apa yang mempengaruhi ketersediaan tanah?
jawaannya ada dalam diagram integrasi hubungan pertanahan yaitu:
faktor kemampuan fisik dn biologis tanah sebagai petunjuk SD yang tersedia dan lokasinya contoh prinsip ekologi, kondisi fisik dan biologi.
faktor pertimbangan ekonomi dan rekayasa contoh penggunaan teknologi yang tepat, surplus benefit.
faktor pengaturan kelembagaan yaitu peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh suatu negara yang menyangkut 4 aspek yaitu politik, hukum, budaya dan administrasi.

apa penyebab terjadinya konflik?
adanya ketidaksepakatan yang serius yang meliputi:
ketersediaan tanah yang terbatas,
persaingan antar pengguna tanah,
persaingan antar penggunaan tanah,
sumber data dan informasi yang tidak lengkap,
kehandalan terbatas,
dan satatus hak tidak jelas antara tanah adat dan tanah negara.

kriteria dasar mengidentifikasi sebuah persil agar dapat digunakan dalam pengelolaan informasi pertanahan antara lain:
simplicity, uniquiness, accuracy, flexibility, accessibility dan ekonomi.

setelah mengetahui kriteria identifikasi persil maka kita bisa melakukan tahapan MIP, tahap2 dalam MIP antara lain:
identifikasi isu dengan membuat prioritas dan menyatukan visi yang sama,
perencanaan dan penetapan kebijakan dengan membuat formulasi tujuan,
implementasi dan pemantauan,
evaluasi dan umpan balik.

karena kita tahu tujuan dari MIP salah satunya adalah sebagai sarana dalam pengambilan keputusan, jadi kita juga harus tahu dan paham bagaimana prosedur yang baik dalm pengambilan keputusan antara lain:
identifikasi kebenaran sebuah fakta, pengumpulan fakta – fakta yang berkaitan dengan permasalahan dalam hal ini masalah pertanahan dari fakta – fakta yang terkumpul dihimpun dalam sebuah data yang didalamnya memberikan berbagai macam informasi – informasi terkait dengan pertanahan lemudian dari informasi tersebut dibuatlah sebuah hipotesa dengan panduan ilmu pengetahuan maka akan terbetuklah teori – teori baru kemudian dari pengombinasia teori dan informasi kita buat kriteria – kriteria atau paraeter – parameter terkait masalah pertanahan tersebut, dari kriteria/parameter tersebut kita bisa mengambil keputusan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan yang kita hadapi.

sebenarnya masih banyak lagi hal – hal yang berkaitan dengan MIP namun karena waktu yang sempit saya cuma bisa mengetik sedemikian rupa dan mungkin juga masih banyak kata yang belepotan maklum masih beajar. semoga bermafaat kedepannya. aamiin,..

Sistem Basis Data

A.    Pengertian Sistem Basis Data
·         System adalah satu kesatuan dari berbagai elemen yang dihubungkan secara bersamaan untuk memudahkan aliran informasi dalam mencapai satu tujuan utama.
·         Basis adalah ruang tempat meyimpan, berkumpung, markas, gudang.
·         Data adalah representasi fakta dari dunia nyata yang mewakili suatu obyek yang direkam dalam bentuk suara, tulisan, gambar dll
Jadi pengertian system basis data adalah sekumpulan data yang saling berkorelasi.
Berikut beberapa pengertian system basis data:
1.      Sistem Basis Data : Sekumpulan data yang terintegrasi dan telah terorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan bersama atau organisasi.
2.      Sistem Basis Data : Kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
3.      Sistem Basis Data : Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan, yang diorganisasi sedemikian rupa, sehingga kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat.
4.      Sistem Basis Data : Kumpulan data yang saling berhubunganyang disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan (redudansi) data.
5.      Sistem Basis Data : Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubunganyang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
6.      Sistem Basis Data : Sistem yang terdiri atas sekumpulan tabel datayang saling berhubungandan sekumpulan program(DBMS: Basis data Management System) yang memungkinkan berbagai user dan/atau program lain dapat mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.
B.     Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data
a.       Kelebihan Sistem Basis Data
1.      Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
2.      Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
3.      Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
4.      Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.
5.      Kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan data (speed) efisiensi ruang penyimpanan (space)
6.      Mengurangi / menghilangkan redudansi data
7.      Keakuratan (Accuracy)
8.      Ketersediaan (Avaibility) pemilahan data yang sifatnya pasif dari basis data aktif.
9.      Kelengkapan (Completeness) kompleksnya data menyebabkan perubahan struktur basis data.
10.  Keamanan (Security) memberikan keamanan atas hak akses data.
11.  Kebersamaan pemakaian (Sharability) bersifat multiuser.
12.  Pembentukan kode & relasi antar data berdasar aturan / batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, untuk menekan ketidakakuratan saat entry / penyimpanan data.
b.      Kekurangan Sistem Basis Data
1.      Diperlukan tempat penyimpanan yeng besar
2.      Diperlukan tenaga yang terampil dalam mengolah data
3.      Perangkat lunaknya mahal
4.      Kerusakan di sistem basis data mempengaruhi departemen yang terkait
5.      Timbulnya data rangkap, redundansi, duplikasi
6.      Kesulitan mengakses data
7.      Masalah keamanan
8.      Data dependence
9.      Data terisonr
C.     Definisi – Definisi terkait Sistem Basis Data
1.      Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri(query) basis data disebut sistem manajemen basis data (basis data management system, DBMS).
2.      Lingkungan basis data adalah sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis.
3.      Entitas dalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
4.      Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu, jadi atribut adalah bagian dari entitas.
5.      Data Value (Nilai Data) adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut.
6.      File/Tabel adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
7.      Record/Tuple adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.
8.      Actor on the scene  lebih cenderung menggunakan / ada keterkaitan penggunaan basis data.
9.      Basis data Administrator (DBA) adalah orang yang memiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen basis data (pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring, kebutuhan hardware/software).
10.  Basis data Designer bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam basis data, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam basis data.
11.  End User Basis data adalah orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan akses ke basis data untuk melakukan query, update maupun genereate report basis data.
12.  Data Dictionary merupakan metadata(superdata), yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.
13.  Replikasi merupakan suatu strategi yang beranjak populer dalam penyebaran data yang dapat di artikan untuk menyimpan salinan basis data secara terpisah pada 2 atau lebih lokasi.
D.    Topologi dalam Sistem Basis Data
Sebelum menguraikan pengertian dan hal – hal terkait topologi dalam system basis data sebaiknya kita memahami beberapa hal terkait data. Data merupakan sekumpulan dari fakta fakta yang di kumpulkan dari berbagai macam sumber dalam bentuk angka, symbol dll. Data biasanya merepresentasikan dunia nyata dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif.
Ciri – ciri data yang berkualitas antara lain data harus :
a.       Akurat artinya nilai data dekat dengan nilai yang dianggap benar dan dapat dipercaya.
b.      Valid artinya data mengukur sasaran dari konsep yang akan dituju.
c.       Tepat Waktu artinya data diambil sesuai dengan waktu pengukuran, terkini atau up to date.
d.      Tidak bias data sudah bebas dari kesalahan sistematis dan blunder mewakili parameter populasi.
e.       Relevan artinya data sesuai dengan tujuan yang dibutuhkan
Menurut sifatnya, yang selanjutnya dapat dibagi dua :
a.        Data Kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah restoran atau gaya kepemimpinan, dsb.
b.      Data Kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dsb.
Menurut sumber data, yang selanjutnya dibagi dua:
a.       Data Internal yaitu data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Misalnya suatu perusahaan: Jumlah karyawannya, jumlah modalnya, jumlah produksinya.
b.      Data Eksternal yaitu data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan factor – faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
Menurut cara memperolehnya, juga bisa dibagi dua:
a.       Data Primer  (primary data) yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/ suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interviu, observasi.
b.      Data Sekunder (secondary data) yaitu data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi – studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dean arsip – arsip resmi.
Menurut waktu pengumpulanny, dapat dibagi dua:
a.       Data “cross section” ialah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu
tersebut.
b.      Data berkala (time series data) ialah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu kejadian/kegiatan selama periode tersebut.
Topologi terdiri dari topologi basis data local, unik untuk simpul dan jaringan basis data topologi yang entri atau masukannya direplikasi ke semua node  jaringan dalam subnetwork topologi yang sama. Topologi merupakan istilah di bidang matematik yang mempelajari  properti di gambar geometri yang tidak akan berubah ketika bentuk  gambar tersebut dipuntir, ditarik, diperkecil topologi didefinisikan sebagai hubungan spasial antar objek seperti ketetanggan (adjacency), keterhubungan (connectivity) dan keterkandungan (containment).
Sebuah node akhir hanya mempertahankan basis data topologi lokal, sedangkan node jaringan memelihara kedua basis data topologi lokal dan basis data topologi jaringan. Topologi jaringan menjelaskan node jaringan dan kelompok transmisi antara node jaringan (tulang punggung). Semua node jaringan memiliki salinan identik dari data ini. Basis data topologi lokal menyimpan node akhir yang berdekatan dan link ke mereka. Perubahan dalam basis data topologi lokal tidak disebarkan ke node lain. Model topologi hampir sama dengan jaringan yaitu point, node, arc, polygon.
DAFTAR PUSTAKA

Definisi SIG

ESRI (1989) mendefiniskkan SIG sebagai : An organized collection of computer hardware, software, geographic data and personnal designed to efficiently capture, store, update, manipulate, analyze, and display all forms of geographicaly referenced information (kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang didisain untuk memperoleh, menyimpan, memperbaiki, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi. Pada bagian lain ESRI meringkasnya, SIG sebagai A computer system capable of holding and using data describeing places on the earth’s surface (sistem komputer yang mampu menangani dan menggunakan data yang menjelaskan tempat pada permukaan bumi).
SIG merupakan suatu alat, metode, dan prosedur yang mempermudah dan mempercepat usaha untuk menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi. Keywords yang menjadi titik tolak perhatian SIG adalah lokasi geografis dan analisis spasial yang secara bersama-sama merupakan dasar penting dalam suatu sistem informasi keruangan
SIG bukanlah sekedar alat, metoda, atau teknik. Adalah suatu sistem informasi tentang data spasial yang disajikan sebagai peta (Suharto, 1989). SIG merupakan sistem informasi berkomputer yang terdiri dari beberapa subsistem, yaitu :
0.     Subsistem masukan (input). Sumber data untuk SIG dapat berupa data citra (foto udara, citra satelit, radar), data grafis, dan data tabular.
  1. Subsistem penyimpanan dan penyajian kembali (storage and retrieval). Data-data masukan seperti yang disebutkan tersebut dapat disimpan dan disajikan lagi secara berulang untuk di up-date.
  2. Subsistem manipulasi dan analisis (manipulating and analysis). Data yang sudah disimpan seperti yang disebutkan dalam butir di atas dapat dimanipulasi dan dianalisis sesuai dengan keperluan pemakai, misalnya meng-overlay peta sistem lahan/kesesuaian lahan, peta penggunaan lahan, dan status lahan untuk mendapatkan peta RDA (Recommended Development Area).
  3. Subsistem keluaran (output). Data hasil analisis seperti dalam butir di atas dapat ditayangkan pada monitor komputer dan dapat dikeluarkan dalam bentuk data laporan, peta grafis, dan data statistik.
Keempat subsistem tersebut di atas merupakan kriteria-kriteria untuk suatu sistem komputer dapat dikatakan sebagai SIG.

FUNGSI DASAR GIS ADALAH :

1.       AKUISISI DATA DAN PROSES AWAL MELIPUTI : DIGITASI, EDITING, PEMBANGUNAN TOPOLOGI, KONVERSI FORMAT DATA, PEMBERIAN ATRIBUT DLL.

2.       PENGOLAHAN DATA BASE MELIPUTI : PENGARSIPAN DATA, PEMODELAN BERTINGKAT, PEMODELAN JARINGAN, PENCARIAN ATRIBUT DLL.

3.       PENGUKURAN KERUANGAN DAN ANALISIS MELIPUTI : OPERASI PENGUKURAN, ALANISIS DAERAH PENYANGGA, OVERLAY DLL.

4.       PENYAJIAN GRAFIS DAN VISUALISASI MELIPUTI : TRANSFORMASI SKALA, GENERALISASI, PETA TOPOGRAFI, PETA STATISTIC, TAMPILAN PERSPEKTIF.

 

5.       FINGSI UTAMA GIS : DIGUNAKAN UNTUK MENGANALISIS DATA SPASIAL.