tak perlu diucap hanya perlu di kenang

ketika mendengar sebuah lirik lagu yang dah g asing lagi tiba tiba teringat masa – masa SMA bersama teman seperjuangan, susah senang bersama, penuh kejutan yang tak terduga saat susah bareng, seneng bareng, tarawih sampe ketiduran gara gara imam shalatnya kepanjangan baca surat pendeknya diajarin bikin kue, kue pertama gosong, kedua dan selanjutnya berhasil,..

Baiti Jannati

Kali ini aku nggak akan berkonyol ria dengan bercerita tentang kisah cinta yang selalu berujung tragis, tapiiii aku akan menceritakan sedikit ilmu yang sempet aku serap tadi pagi sambil ngantuk – ngantuk senderan dipinggir tembok disamping mbak mbak sholihah hihihi

Jadi rumah terbaik itu ibarat rumah dimana kalau kita menghuninya kita akan merasakan ketenangan, ketenteraman batin dan kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang selalu membuat kita mengingat cinta kasih Allah. Naaaaaaah inilah yang sering kita sebut sebagai “baiti jannati”

Baiti Jannati berasal dari dua suku kata dalam bahasa arab.

Baiti = rumah

Jannati = Jannah = surga

Jadiiiii :

Baiti jannati adalah rumah surga  yang sering diartikan sebagai “rumahku surgaku”

Berikut 5 unsur baiti jannati diantaranya :

1. Bangunan (rumah)

syarat bangunan (rumah) baiti jannati diantaranya

a. Bangunan tersebut tak boleh berlebih – lebihan.

b. Bangunan tersebut tidak sia – sia.

c. Sesuai keperluan dan kebutuhan.

Dalam arti bentuk, struktur tidak bermewah – mewah, namun tetap memperhatikan asas kebermanfaatan.

Misal dalam satu keluarga terdiri dari 4 orang namun kepala keluarga membuat rumah dengan 20 kamar, itu termasuk kesia- siaan. Kecuali jika dari 20 kamar tersebut sebagian dimaksudkan untuk peluang usaha. Misal dikontrakkan, di sewakan atau di kos kan. Itung -itung buat tambah penghasilan keluarga.

2. Tata Ruang

Tata ruang yang baik adalah tata ruang yang sesuai dan terjaga dari pelanggaran syar’i. Memudahkan untuk beribadah dan beramal shalih. Mempertemukan keluarga dalam kebersamaan.

Tata ruang disini memegang peranan yang sangat penting dimana pemisahan antar ruang dilakukan dengan tetap mempertimbangkan asas ke sopanan tanpa melanggar syar’i. Temasuk pemisahan antar ruang dengan membuat bilik – bilik kamar, agar aktivitas anggota kaluarga tak nampak oleh orang lain bukan muhrim ketika datang tamu. Pemisahan kamar untuk anak laki – laki dan perempuan juga harus diperhatikan, meskipun tidak harus satu anak satu kamar. Pemisahan cukup dilakukan berdasarkan gender untuk membentuk kebersamaan.

Perlu dibuat ruang khusus keluarga tempat berkumpulnya satu keluarga untuk menciptakan kebersamaan dan kasih sayang 🙂

3. Ornamen dan Hiasan

Ornamen dan hiasan juga perlu diperhatikan untuk mempercantik ruangan dan menghidupkan suasana kenyamanan, namun tetap berpegang pada 4 syarat : tidak berlebih – lebihan, tidak ada kesia – sia an, sesuai kebutuhan dan keperluan, menggugah naluri keimanan. Misal dengan memilih ornamen kaligrafi dibanding lukisan abstrak yang tak jelas namun berhaga mahal. Menciptakan suasana nyaman dengan menghadirkan ornamen berbau fenminis yang bernuansa islam atau mengecat dinding dengan warna – warna favorit.

4. Aktifitas Harian

Untuk menciptakan baiti jannati seluruh anggota keluarga hendaknya memiliki aktivitas yang mendukung, lebih mementingkan kepentingan akhirat di atas kepentingan dunia namun tetap tidak melupakan kewajiban dunianya. Aktifitas harian yang bisa dilakukan antara lain aktifitas ibadah dan beramal shalih (aktifitas apapun yang dinialai bernilai baik dan bermanfaat untuk sesama)

5. Penghuni

Jika dilihat dari segi penghuni rumah, sudah selayaknya kita sebagai manusia yang taat beragama harus tetap menjadi penghuni rumah yang selalu memperhatikan dan terus meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap Allah. Cinta yang mengalir terus hanya untuk sang pencipta. Cinta yang bermuara pada satu dzat yang maha tinggi.

Nah itu tadi 5 unsur baiti jannati yang sempat terekam di memoriku tadi pagi, semoga bermanfaat.

Duh jadi pengen punya rumah sendiri dan menata segala bentuk dan ornamen ruangan hihihi. Mungkin suatu saat allah akan memberikan kesempatan itu. yah someday aku yakin aku bisa melakukan hal itu dan ingin mengaplikasikan di rumahku surgaku with my little family 🙂

Bonus nih lirik lagunya Nasyid Tazzaka

“Rumahku Surgaku”

Sedamai alam raya
Menghijau luas membentang
Seindah lukisan Tuhan
Yang tak pernah lelah
Memuji Keagungan-NyaItulah keindahan
Dambaan setiap insan
Merindukan hidup damai
Kekal dan harmoni

Ayah ibu kami anakmu
belahan jiwamu
Kami pertama hidupmu
sebagai cahaya mata
Mahligai rumah tangga bahagia
Lahir dari jiwa
Tak lepas ujian, dan cobaan Tuhan
Ia akan terpancar
Karena taat dan sifat taqwa

Rasa kasih dan sayang
Juga tanggung jawab
Itulah rumah tangga
Yang mendapat rahmat
dan berkah Alloh
Rumahku Syurgaku

sumber krph Dari ustad syathori

Tinggalkan Yang Haram Maka Kau Dapatkan Yang Halal

Subhanallah maha suci Allah,..

Sabtu pekan lalu aku berkumpul dengan orang – orang sholeh alhamdulillah, kami saling bertukar cerita, berbagi dan saling nasihat menasihati. Begitulah indahnya ukhuwah 🙂

Menjelang shalat dzuhur sesaat sebelum kumandang adzan, murabbiku bercerita tentang sebuah kisah pergolakan hati melawan napsu diri sendiri. Begini kisahnya.

Di tanah tandus nan gersang hiduplah seorang lelaki miskin, tak bermata pencaharian Continue reading

Kisah Nyata: Kisah Seorang Istri yang Sholehah..

Image

Akhwatmuslimah.com – Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

oOo

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

oOo

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

oOo

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin. [ ]

Copas dari :http://www.akhwatmuslimah.com/2013/11/1428/kisah-nyata-kisah-seorang-istri-yang-sholehah/

Tinggalkan yang haram, maka kau dapatkan yang Halal

Image

Subhanallah maha suci Allah,..

Sabtu pekan lalu aku berkumpul dengan orang – orang sholeh alhamdulillah, kami saling bertukar cerita, berbagi dan saling nasihat menasihati. Begitulah indahnya ukhuwah 🙂

Menjelang shalat dzuhur sesaat sebelum kumandang adzan, murabbiku bercerita tentang sebuah kisah pergolakan hati melawan napsu diri sendiri. Begini kisahnya.

Di tanah tandus nan gersang hiduplah seorang lelaki miskin, tak bermata pencaharian, dia seorang duda karna ditinggal mati istrinya. Suatu siang dia berkeluyuran mencari – cari sesuap nasi, sudah 2 hari dia tidak makan. Yups perih memelintir usus – ususnya yang berontak. Di tengah perjalanan menuju pasar, dia menoleh sebuah rumah besar di seberang jalan. Bau makanan semakin menggiurkan tercium halus dan menusuk indra pembaunya. Perlahan dia dekati rumah itu yang ternyata tak terkunci.

Lelaki itu masuk dengan mengendap – endap, semakin dicari semakin penasaran. Lalu dia dapati berbagai macam makanan terhidang di ruang makan, saat dia akan mengambil makanan tersebut karena sudah tak tahan dengan perihnya usus yang berontak melilitnya, dia teringat akan satu nasihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Susah payah lelaki itu akhirnya mengurungkan niat mencurinya.

Dia telusuri rumah mewah itu, saat itu rumah sepi tak nampak penghuni rumah. Suasana seperti ini sangat mendukung untuk mencuri apalagi di sana – sini nampak barang – barang mewah yang pastinya mahal jika dijual, bisa dia gunakan untuk makan sebulan. Saat dia sudah menyentuh satu barang yang dirasa menarik dan akan dia jual ke pasar, tiba – tiba lelaki itu teringat lagi akan nasihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Perang batin kembali berulang. Jika dia ambil maka penghuni rumah sudah pasti tak akan tahu karna rumah nampak kosong dan jika hanya berkurang satu koleksi barang saja pasti penghuni rumah juga tak akan curiga karna koleksi terlalu banyak untuk dihitung dan yang pasti dia bisa bertahan hidup selama sebuhan, oh indahnya hidup. Namun pikiran baiknya lebih mendominasinya sehingga dia urungkan kembali niatnya untuk mencuri tersebut.

Masih galau dan perutnya pun masih melilit perih, si lelaki tersebut berjalan melihat – lihat ruang demi ruang. Terkesiap pada satu sosok tubuh yang terkulai lelap dengan posisi tidur sangat menggiurkan bagi seorang lelaki. Yups itulah penghuni sekaligus pemilik rumah mewah itu yang kini sedang terlelap dibuai mimpi indah. Sang lelaki hanya memandangi dan menikmati pemandangan di depannya yang mengundah syahwat. Tiba – tiba rasa lapar dan kesalnya hilang yang muncul kemudian pikiran bejat untuk memenuhi nafsu birahinya sebagai seorang lelaki duda lama ditinggal mati istri. Selangkah demi selangkah lelaki tersebut mendekati tempat tidur si wanita cantik pemilik rumah mewah. Namun hanya kurang selangkah lagi dia teringat kembali akan asihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Kembali dia tersiksa dan merasa lelah karena menahan hawa nafsunya sendiri akhirnya dia keluar dari rumah dan mengurungkan niatnya untuk memperkosa wanita tersebut.

Disepanjang jalan dia mengutuki dirinya sendiri. Lapar yang menyiksanya dan rasa capek dan lelah karna menahan hawa nafsunya sendiri mengantarkannya menuju masjid. Diambilnya air wudhu kemudian shalat. Karena rasa lelah dan lapar yang tak terkira lelaki tersebut tertidur di dalam masjid.

Beberapa jam kemudian datanglah seorang wanita mengadu kepada rasul. Kebetulan rasul sedang shalat berjamaah di masjid tersebut.

Wanita : Ya rasul aku ingin mengadukan sesuatu hal kepadamu

Rasul : Ya wahai wanita, apakah yang hendak kau adukan?

Wanita : Ya rasul aku seorang janda dan tinggal sendirian. Tadi siang rumahku kemasukan maling, namun maling tersebut tak mengambil barang satupun. Aku takut ya rasul, bisakah kau mencarikanku seorang penjaga agar aku tak khawatir dengan keadaanku?

Kemudian rasul melihat di sekitarnya, dia bangunkan lelaki duda tadi yang tengah tertidur.

Rasul : Wahai saudaraku bangunlah ada yang hendak aku tanyakan kepadamu.

Lelaki : Ya rasul apakah yang hendak kau tanyakan padaku?

Rasul : Siapa namamu? Apa pekerjaanmu? Apakah kau sudah menikah?

Lelaki : Namaku Abdullah, aku tak mempunyai pekerjaan ya rasul, dan aku seorang duda

Rasul : Mau kah kau kuberi pekerjaan?

Lelaki : Alhamdulillah, dengan senang hati ya rasul. Apakah pekerjaan tersebut ya rasul.

Rasul : Ayo ikut denganku nanti kau akan tahu.

Lelaki : Baik ya rasul

Kemudian Abdullah mengekor rasul menemui sang wanita yang mengadukan perihal maling tersebut.

Rasul : Wahai fulanah siapa namamu?

Wanita : Namaku Aminah ya rasul.

Rasul : Baik jadi begini saja, Aminah seorang janda dia merasa terusik akan kedatangan maling yang tadi siang memasuki rumahnya walaupun tak ada kehilangan barang satupun, namun perasaan khawatir terus menghinggapinya sehingga dia menghendaki untuk mencari penjaga. Namun yang namanya penjaga harusah seorang lelaki, dan tidak baik jika dalam satu rumah dihuni oleh dua orang yang bukan mahram. Nah disini aku telah menemukan seorang lelaki sholeh insyaallah dan dia seorang duda apakah kau saudaraku Aminah menghendaki usulanku untuk menikah dengan Abdullah?

Wanita : Jika itu yang terbaik insyaallah aku menghendaki usulah rasul

Rasul : Bagaimana denganmu saudaraku Abdullah?

Lelaki : Jika itu yang terbaik insyaallah aku juga siap ya rasul.

Rasul : Baiklah, maka nanti ba’da magrib aku akan menikahkan kalian di masjid ini. Abdullah kau siapkan mahar yang kau miliki. Jika kau tak memiliki apapun segera siapkan hafalan terbaikmu sebagai mahar.

Lelaki : Insyaallah mahar saya hafalan juz 30 ya rasul

Wanita : Subhanallah, sungguh itu mahar terbaik dari yang paling baik di seluruh jagat ini.

Rasul : Baiklah, sekarang kalian siapkan segala keperluannya, Aku temui kalian ba’da magrib di sini.

Yups begitulah kisahnya. Seorang lelaki yang hendak berbuat haram. Mencuri makanan padahal dia dalam keadaan lapar yang sangat namun mampu mengekang nafsunya, menduri barang mewah untuk dijual sedang kesempatan mencuri sangat terbuka lebar namun dia juga masih tetap mampu menahan nafsunya dan dia mampu menahan nafsu syahwat yang memuncak sedang dia seorang lelaki normal dan kondisi lagi – lagi sangat mendukung namun dia mampu menahan menahan nafsunya hingga dia kelelahan. Namun semua perjuangannya untuk meninggalkan yang haram berbuah sesuatu yang halal dan yang lebih baik. Dia dapatkan makanan yang halal, rumah mewah, istri yang cantik dan pekerjaan setelah dia nikahi janda yang ternyata penghuni rumah yang akan dia maling dan dia perkosa.

Subhanallah Walhamdulillah wala illa ha illallah allahu akbar, sungguh janji allah itu benar “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”.

Gombalan untuk Meyakinkan Bapak Calon Mertua

Image

Tadi pagi gue lagi rajin dan semangat – semangatnya buat nyuci baju, yah nyuci baju belajar jadi manusia super keren dan calon wanita sholehan (walaupun cuma mimpi paling nggak gue udah berusaha)
Nah waktu nyuci dengan tangan dipenuhin buih diterjen yang super banyak, tiba – tiba di otak gue terlintas kalimat “bapak calon mertua” 
ahai sambil kucek – kucek gue coba gali dan gali kalimat apa yang paling cocok buat menggalau di weekend ini?

nah selepas kucek – kucek, jemur dan cuci muka pake diterjen gue langsung terbang ke kamar buat menuliskan sedikit geombalan yang yah bisa dibilang gombalan buat ngerayu bapak calon mertua yang intinya meyakinkan blio. walaupun gue belom tau siapa calon yang udah disiapin sama Allah, gue mau nyicil sedikit demi sedikit buat meyakinkan bapak calon mertua, toh gue juga gak tau kapan jodoh bakalan dateng kapan.

Nah alangkah baeknya klo sedia gombalan sebelum bapak calon mertua menghampiri hahahaha

Nah beginilah gombalan gue, semoga yang sedikit ini bermanfaat juga buat para sobit sobit yang sedang mempersiapkan diri juga wkakakaka 

 

 

Gombalan untuk Bapak Calon Mertua

Duhai bapak calon mertua ketahuilah,

walaupun ketika kami melamar pekerjaan

saat interview mereka (para bapak hrd dan owner)

mengatakan bahwa geodet itu hidupnya

seperti “kutu loncat” tapi please yakinlah

ketika kami (geodet) telah jatuh cinta

maka hati kami hanya akan terikat pada satu patokkuat, ya patok titik BM

titik yang diikatkan pada sistem koordinat langit(celestial)

yang sudah tak mungkin diragukan lagi akurasi danpresisinya

yang sudah tak diragukan lagi pergeserannya,

seperti hati kami yang tak akan bergeser dari ikatanhati anakmu ke hati yang lain

Wahai bapak calon mertua,

menjadi kutu loncat pun sebenarnya bukan pilihankami

namun memang kehidupan bagi kami mengharuskan untuk

loncat sana loncat sini.

loncat nomaden melaksanakan tugas sebagai geodet daridaerah satu ke daerah yang lain

demi menghidupi anakmu juga kelak ketika engkaumerestui kami.

Duhai bapak calon mertua,

yakinlah bahwa kami (geodet) adalah makhluk yangsama lemahnya dengan makhluk lain

makhluk yang dengan pemikirannya mengutamakanpresisi dan akurasi

meski terkadang dalam mencapai target ketelitiantertentu

banyak noise dan kesalahan yang luput dari jangkauankami

karna kami juga yakin dalam kehidupan ini selalu berlakuteori kesalahan

Duhai bapak calon mertua,

ketahuilah kami (geodet) selalu berusaha menghindarikesalahan blunder

walau kadang kami masih sering melakukan kesalahan random,

tapi ketahuilah dalam kehidupan ini

ada 3 kesalahan yang harus kami hindari yaitukesalahan blunder, random dan sistematis.

dan kami (geodet) dengan prinsip dan kemampuan yangdiberkatkan

hanya bisa mengeliminasi kesalahan random tersebut.

jadi percayakanlah kepada kami

untuk menjaga anakmu dan kami berusaha untuk tidakmelakukan kesalahan – kesalahan tersebut

Duhai bapak calon mertua yang baik dan bijaksana

kehidupan yang akan kami hadapi memang sangatdinamis

penuh dinamika maka kami berdua harus selaluistiqomah

untuk selalu belajar dan mencoba mendefinisikansetiap dinamika yang terjadi

agar kami mampu menjalani kehidupan kami kelak

Duhai bapak calon mertua,

walaupun kami (geodet) akan sering pergimeninggalkan anakmu

ntah dalam periode yang panjang atau pendek

namun ketahuilah wahai bapak calon mertua

bahwa hati kami sudah satu frekuensi,

sehingga kami bisa mengirimkan sinyal terbaik kami

dan anakmu adalah seorang pandai dan cerdas

yakinlah dia adalah sosok yang pandai dalam halmenerjemahkan kode kode yang kami kirim

jadi janganlah khawatir tentang kehidupan rumahtangga kami kelak

Wahai bapakcalon mertua,

ketahuilah hatiteguh keras kami (geodet) ini hanya bisa diikatkan pada satu titik

ya satu titik,dan titik itu adalah hati anakmu

#Eaaaaaa#eaaaaaaa #eaaaaaaaa