Sabor a Mi (Rasaku)

IMG_20170910_105438Sabor a Mi (Taste of Me)

Tanto tiempo disfrutamos de este amor
Nuestras almas se acercaron tanto así
Que yo guardo tu sabor

pero tu llevas tambien

sabor a mí

Continue reading

Advertisements

“Wahai, di manakah akan kutemukan hatiku?”

Sugeng's Blog

Image

Suatu ketika seorang murid Dzun Nun al-Mishry (seorang ahli ibadah) berjalan-jalan di jalanan. Dia terlihat sangat galau. Dia tampak begitu gelisah, seakan-akan dia sedang mencari sesuatu akan tetapi belum didapatkannya.
Apakah yang sedang dia cari?
Apa pula yang menyebabkannya begitu galau?
Sampai akhirnya dia terduduk, dia menggumam, “Wahai, di manakah akan kutemukan hatiku? Kemana hendak kucari hatiku?”

View original post 511 more words

AKHIR PENYESALAN SEORANG ISTRI (Aku Menghabiskan Sepuluh Tahun untuk Membencinya, Tetapi Menghabiskan Hampir Sepanjang Sisa Hidupku untuk Mencintainya)

Kisah yang mengharukan dari sebuah pernikahan tanpa dasar cinta namun diakhir menghasilkan cinta

Sugeng's Blog

Gambar

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah…

View original post 2,270 more words

Sahabatku Cerewet, Sebuah tulisan untuk seorang sahabat Cyang Bre ^^

Image

Tulisan ini terinspirasi dari kisah nyata dalam kehidupanku sehari – hari sewaktu masih duduk di bangku SMA bahkan sampai saat ini masih sering terjadi. Tulisan ini aku dedikasikan khusus dan spesial buat sahabatku yang cerewet dan suka tanya buanyaaaaak hal namun kami juga sering membicarakan hal – hal yang membuat semangat semakin menggebu karena kami punya mimpi, mimpi yang berbeda dan mimpi yang insyaallah baik untuk kami berdua. Yups sebut saja dia dengan nama aslinya Losviana Devitasari, sering ku panggil bre / cyang bre bahkan di phonebook ku masih nama itu yang ku sematkan di kontaknya hahahaha I’m sorry beib but I love U cause Allah 🙂

Continue reading

Lebih baik menunggu atau di tunggu?

Image-Jika menunggu mungkin ada rasa semacam kekhawatiran apakan yang ditunggu segera hadir atau tidak bahkan ada ketidak pastian dan “buang – buang waktu” karena menunggu, tapi menunggu tidak akan terasa buang – buang waktu jika disela waktu menunggu tersebut kita melakukan hal – hal positif yang bisa mengupgrade skill dll termasuk yang “itu” agar tenang.

Continue reading