JUST BECAUSE HIJAB

Image

Lagi – lagi aku menceritakan kisah hidupku, mungkin aku memang salah satu manusia yang nggak bisa diam dalam kesunyian. Nggak betah tinggal dalam kesunyian hati jadi beberapa hal (bukan privasi) yang terjadi dalam kehidupanku selalu ingin aku tumpakan pada suatu percakapan. Namun karena keterbatasan media sahabat/teman jadi akan kutumpahkan dalam sebuah tulisan.

Semalam aku pulang kantor sekitar jam 19:30an WITA. Karena jarak kantor hanya 50m jadi tak terlalu banyak waktu kuhabiskan dijalan. Istilahnya kalo orang jawa “meh sak plinthengan macan” artinya jarak kantor dan kosan (karena mess belum selesai dibangun) hanya selompatan aja.

Sepulang kerja aku berberes diri mandi dengan guyuran air yang sudah disiapkan ibuk kos yang baik hati. Ah nikmat mana yang ku dustakan. Beneran seger banget cuy seriusan. Badan bau, pegel, capek – capek, keringat, galau ah semuanya sirna kebawa guyuran air pergi ke laut hehe. Keluar dari kamar mandi aku kaget sekaligus malu karena bu Ani sudah datang. Aduh aku nakal nih dan ketularan jam karet hehehe. Beberapa menit kemudian aku selesai ganti baju dan menyiapkan meja + snack di kamar kosan untuk ngaji/belajar quran bareng. Kupanggil bu Ani kalau aku sudah siap.

Bu Ani dengan wajah yang cerah dan semangat memasuki kamar kosku.

Mungkin ini yang dirasakan MR ku dulu, sekarang aku merasakannya juga wahai MR 🙂

“Mbak itu merasakan lega dan seperti beristirahat, relax ketika melihat kalian yang jauh – jauh datanng dan selalu menyempatkan diri walau sekarang lagi pada sibuk. Rasanya itu bahagiaan banget dek, subhanallah yah kita masih dipertemukan dalam keadaan sehat. Senyum kalian selalu mampu menguatkan mbak, energy mbak yang hamper habis karena menangani otopsi seharian sekarang tearcharge lagi. Terimakasih ya dek, terimakasih atas senyum dan semangat kalian 🙂 “

Ya itulah salah satu kalimat bliau saat benar – benar lelah. Cieeee kak Nan inget MR lagi cieee ,.. hihihi suatu hari aku ingin jadi MR juga !!!

Yups senyum dan semangat bu Ani itulah yang mencharge energiku.

Beberapa saat kemudian ibuk kos juga masuk kamarku dengan quran nya yang berukuran besar. Senyumnya dan kebaikan hatinya terpancar dari raut wajahnya yang polos.

Sesi belajar ngaji bareng dimulai dengan memberikan tugas/pr ke bu Ani yang ingin bisa baca quran. Aku tuliskan 22 huruf hija’iyah di selembar kertas yang dibawa bu Ani dari kantor tadi.

BA : Mbak nanti ibuk dikasih PR ya, ngafalin huruf yang kemaren. Pokoknya ibuk pengen bisa baca quran biar nanti pas mimpi ibuk tercapai umroh ibu sudah bisa baca quran

N : Iya bu insyaallah. Huruf yang kemaren aku ajarin kan bu?

BA : iya mbak yang itu. Tadi malem abis tahajud ibu udah hafalin sampe ja.

N : Woww keren buk. Waaah that’s cool maaaaan. Kece buk, besok harus bisa nambah dong buk berarti biar bisa cepet bisanya

BA : Opo to kui mbak? Iya besok mau ngafalin za za apa ya

N : Hehehe nggak apa – apa buk itu ungkapan kalo ibu keren bisa hafal cepet hehe. Oh itu ro’ za buk. Kalo inget rejeki inget rozak J

IK : Iya bu Ani cepet ya hafalnya, saya dulu belajar ngafalin ini baru selesai setelah 3 bulan soalnya bacanya susah. Bu Ani pasti bisa

BA : 3 bulan bu? Lama juga ya ternyata…

IK : Kalo ibu berniat pasti waktu 3 bulan itu sangat cepat buk. Saya dulu bawa kertas subekan buat ngafalin sambil masak sama pas istirahat di sawah. Kalo pas lupa saya intip kertas contekan itu. Setiap hari saya hafalin.

BA : Iyo yo sambil masak bikini teh gitu sambil ngafalin.

IK : Iya bu

Belajar bareng tak perlu lama cukup 1 jam dan itu menurutku sudah sangat efektif karena suasana belajar malam jika dilakukan dalam kurun waktu lama pasti akan membosankan dan ngantuk, mengingat seharian bekerja. Setiap belajar bareng ini kami akhiri dengan sharing bagi tips dan ngobrol – ngobrol. Banyak hal yang harus aku syukuri mala mini dan seterusnya. Salah duanya adalah hijab dan TPA. Terimakasih abi ummi yang udah menyuruhku pergi ke TPA sewaktu masih kecil dulu. Terimakasih took kain di Jogja jalan Solo karena dengan bantuan kalian aku saat ini berhijab 🙂

Setelah acara belajar bareng selesai aku tawarkan mp3 tilawah dan nasyid ke bliau berdua, u know apa tanggapan mereka?

Yups mereka sangat suka dan langsung membongkar HP mereka dan menyerahkan memory microSD nya ke aku sambil bilang “mbak nanti lagu – lagunya dihapus saja ya, diganti nasyid”. Waaah aku kalaaah mereka langsung meninggalkan lagu – lagu dangdut dan pop yang notabene lagu tersebut adalah lagu kesukaan mereka. Aku merasa tertohok teriris dengan kalimat itu, karena sampai saat ini masih belum bisa meninggalkan hal yang menyenangkan. Missal rindu seseorang atau suka dengan seseorang, itu menyenangkan sekaligus menyakitkan ketika dia tak bisa menjadi apa yang kita harapkan #oposih #sudah #ganti #Akurapopotenan

Sambil menunggu aku mengcopy mp3 tadi kami habiskan sisa malam ini dengan ngobrol dan makan langsat (buah yang mirip kayak duku, aku kira dulu itu duku ternyata bukan). Ibuk kos banyak cerita tentang keluarganya dan bu Ani cerita tentang sepak terjang W*#* di dunia perkontraktoran. Intinya aku dapet banyak ilmu tentang kehidupan ini. Ya ilmu yang nggak murah harganya. Ilmu yang belum tentu bisa didapatkan semua orang. Subhanallah Alhamdulillah thanks Allah 🙂

setelah selesai mengcopy mp3 bu Ani dan ibuk kos keluar kamarku dan aku merenung di dalam kamar sembari curhat dengan bulekku. Bulek jogja yang sekarang sedang bertandang kerumah mbah di Lampung. Alhamdulillah bliau mendukung keputusanku untuk menjadi seorang yang lebih baik ya ingin menjadi murrabi.

Aku ceritakan pengalamanku ketika mulai berhijab. Saat di transjogja bertemu dengan seorang bule yang berhijab dan langsuung disapa dengan salam dan memberikan tempat duduk untukku dan menggamitku ketika akan turun dan dia lagi – lagi mengucapkan salam perpisahan salam keselamatan. Senyumannya yang menawan ah aku kalah cepat lagi darinya.

Pengalaman menarik ketika aku mengenakan hijab itu adalah ketika sudah sampai di bandara Luwuk, Sulawesi tengah. Aku dijemput pak sopir namanya Sabri. Dia memeperlakukanku seperti orang penting dan sangaaat menghargai keberadaan hijabku. Bliau tau aku kelelahan dan belum shalat. Blai langsung menawarkan mau singgah di masjid mana. Ah aku tak tau ini daerah apa jadi aku minta ke pak Sabri untuk mengantarkanku ke masjid terdekat. Saat mau wudhu ternyata masjidnya sedang direnove dan saluran airnya rusak jadi bliau mengambilkanku air wudhu langsung dari sumur. Subhanallah sekali kan? Hanya dengan hijab guys,.// Hanya dengan hijab mereka kaum laki – laki bisa menghargai kita benar – benar menghargai. Setelah shalat ketika akan keluar masjid aku melihat nenek dan kakek kakek di depan pintu, waktu aku mau lewat aku bilang permisi tapi keduanya malah justru memberikan uluran tangan untuk berjabat tangan. Dan aku cium tangan keduanya saat berjabat tangan, isyarat penghormatan terhadap orang yang lebih tua 😀

Setelah sampai disini beberapa minggu kemudian aku ikut ibuk Ani untuk shalat di masjid, nampak aneh mungkin begitu pandangan mereka ketika melihatku karena aku memakai kaos rangkap kemeja + hijab besar tapi memakai celana lapangan dan sepatu boot/sepatu safety. Agak risih sih melihat jamaah yang memandang demikian karena mungkin jarang yang make jilbab gede ke lapangan. Tapi akupun menjadikannya sebagai style. It’s my style dan hijab bukan halangan untuk bekerja.

Saat aku pindah kosan baru, lagi lagi hijab itu memberiku surprise. Yups surprise karena langsung diminta ibuk kos dan bu Ani untuk ngajarin ngaji baca quran. Iniloh kain yang menjuntai itu, So amazing hijab. Jadi apalagi yang diragukan oleh seorang wanita ketika tak segera memutuskan untuk mengenakan hijab itu? Apalagi yang ditunggu?

Dengan hijab aku menemukan ibuk baru bapak baru dimanapun aku berada. Aku diperlakukan istimewa dan di hargai. Dengan hijab aku bisa lebih terjaga.

Di bogor aku menemukan bapak angkat 3 sekaligus yang menganggap aku sebagai anak, dan mereka memberiku pesan untuk suatu saat aku harus singgah kerumah mereka. Di Jakarta aku menemukan ibuk dan bapak yang baru pertama kali bertemu sudah menganggapkau anak, di Jakarta juga menemukan ibu dan bapak di sebuah perusahaan dan satulagi saudara padahal sebelumnya belum pernah ketemu. Di Luwuk disini nemu dua ibuk dan beberapa bapak.

 

3 thoughts on “JUST BECAUSE HIJAB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s