Mungkin ini Jawaban Kerinduanku Padamu :)

Image

Rabu 2 April 2014 aku bangun pagi jam 02 : 30 mau keluar kamar nggak berani karena masih Nampak tetangga kos samping yang berjaga – jaga di depan kamar. Kebelet buang air kecil ah sudahlah aku tahan saja sampai nanti jam 04:00 pikirku. Lama – kelamaan aku semakin kebelet  buang air kecil ku tahan sampai keluar keringat dingin, sayup – sayup aku dengar langkah kaki dari luar memasuki sebuah kamar. Tebak tebak aku menebak smoga dia masuk kamaarnya dan segera tertidur.

Yups benar terjengar decitan suara pintu tertutup dari kamar sebelah yang sedari tadi ramai ntah apa yang mereka kerjakan mungkin main catur seperti hari – hari sebelumnya. Beberapa menit ku tunggu suasana sunyipun menyapa. Lega hatiku Alhamdulillah akhirnya aku bisa keluar kamar di tengah sunyi dengan leluasa untuk buang air kecil dan mengambil air segar.

Pelan pelan sambil mengendap endap ku turuni tangga kayu yang sudah tua dan ketika diinjak mengeluarkan bunyi decitan dan goyangan. Aku turuni pelan – pelan dengan melepas sandal agar tak terdengar suara langkahku juga tak membangunkan para tetangga kosku yang semuanya cowok.  Sambil berdoa Alhamdulillah aku selamat sampai kamar mandi di lantai bawah, ku lepaskan hajat buang air kecil dan mengambil air segar persiapan menghadap sang Kekasih yang Tertinggi.

Kembali kunaiki tangga namun kali ini aku pakai sandalku karna takut najis ikut terbawa menempel di kaki, kembali lagi kulakukan dengan sangat pelan hingga tiba tepat dekat tangga paling atas aku shock mendengar lolongan anjing di jalan depan kos. Akhirnya aku lari dan terdengar bunyi gedebum, yups bisa dipastikan aku terpeleset Alhamdulillah nggak ada yang lecet.

Baru setelah sampai depan kamar aku berani mengaduh mengeluarkan suara lirih, namun teman sekamarku Nampak masih pulas dalam buaian mimpi tidurnya, syukurlah dia nggak tau. Dan kejadian itu sampai saat ini nggak aku ceritakan padanya karna takut dia khawatir dengan ketakutanku selama ini.

Aku duduk termenung mencoba membuka dialog dengan sang Kekasih, ku adukan semuanya aku mulai berkeluh kesah padanya dalam isak isakan kecil diiringi buliran yang tiap detik membanjiri pipiku yang melegam. Terasa perih dibagian bekar aliran air mata yang mengenai kulit pipi akibat terbakar sinar mentari kemarin.

Mulai kuhitung hitung kapan aku cuti, kapan mess akan selesai dibangun. Terpekur dalam diam,..

Akhirnya kuputuskan untuk membaca surat cinta dariNya yang Dia kirimkan lewat utusanNya nabi Muhammad yang mulia. Baca – baca dan baca,..

Aku pilih membaca surat Maryam,..

Ntah terasa aneh, tiba – tiba dadaku terasa berguncang dan mendadak sedih dan tumpahlah sudah air mata ke dua ketika membaca terjemahannya,.. Ya allah apa yang terjadi???

Aku bukan sosok manusia yang baik, aku juga bukan wanita yang sholihah dan suci seperti utusanMu, tapi di dalam hati iniselalu muncul keinginan untuk menjadi lebih baik, minimal menjaga diri dan menutup aurat. Aku ingin seperti Maryam yang kau berkahi, Maryam yang ta’at dan teguh pendirian, Maryam yang sholihah, Maryam yang menghormati dan menyayangi orang tuanya,..

Bisa jadi ini hanya pikiranku yang terlalu galau,..

Galau memikirkanMu, galau ingin selalu berdekatan denganMu tanpa mengusik orang lain hingga kita terpisahkan dalam momentum yang sempit,.

HP mulai bergetar, yups alarm jam 05:00 mulai bordering. Di HP aku setting alarm per 30 menit dari jam 02:30, 03:00, 03:30, 04:00, 04:30, 05:00, 05:30 dan terakhir jam 06:00. Jadi pasti teman – teman yang sering tidur dikosku ketika di jogja atau yang sempat tidur bareng aku dimanapun pasti sudah sangat hafal dengan bunyi alarm ku yang bordering per 30 menit hehehe,..

Jam 05:00 aku keluar kamar untuk mandi, kebetulan kalo pas jam – jam segitu tetangga – tetangga kos belum bangun jadi dengan kondisi demikian aku selalu mandi jam 05:00 walopun bakal kedinginan tapi bagiku itu lebih baik daripada harus bertatapan/berhadapan dengan mereka. Bagiku mereka Nampak seram setiap melihatku walopun aku keluar dengan memakai baju langsungan lengan panjang lengkap dengan jilbab yang nggak akan mengundang syahwat. Tapi bagiku rasanya mengerikan seakan mereka adalah sosok – sosok yang siap menerkam ketika aku lengah.

Mandi cepat, berangkat kerja cepat dan pulang kerja malam/selepas magrib itu jadi pilihanku demi meminimalisir hal – hal yang nggak diinginkan ketika aku di kosan.

Hari ini aku menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat, nggak kayak biasanya sampai sore. Tadi aku berhasil menyelesaikan pekerjaan sekitar jam 11an. Kemudian chatting dengan teman yang sedang di Tokyo, karna lama nggak jumpa jadi ada segudang rindu tersimpan untuknya yang siap aku luapkan di tahun 2015 insyaallah. Yups aku chatting dengan mbak Peni. Yups siapalagi yang pantas aku beri rindu selain sahabat wanitaku yang sudah seperti saudara? Jika itu seorang sahabat laki – laki pasti akan beda kisahnya. Tapi aku mencoba netral untuk bersikap dengan laki – laki, bukan karena aku tak suka tapi karna aku ingin netral saja. Tak ingin ada kecenderungan yang menghasilkan syak di akhir. Just it,..

Satu persatu kami bahas berdua, pertama membahas masalah pemilu kedua membahas kondisi ruhiyah kami berdua yang dilanda kesedihan karena kerinduan akan sejuknya siraman tausiyah kerinduan akan indahnya perkumpulan bersama orang – orang sholih dalam majlis ilmu, kerinduan akan sesuatu yang semakin menguatkan pegangan iman yang mulai melemah. Dan diakhiri dengan bahasan kondisi di jepang yang sedang indah – indahnya karna dihiasi sakura dimana – mana. Ya allah ijinkan aku tahun 2015 menengok dan menyentuh bunga sakura secara langsung di bumi nihon.

Ah terlalu mudak ku percayai narasi yang disampaikan mbak Peni dalam menceritakan keindahan jepang saat ini, ingin ku tepis tapi tak mampu, lagi pula aku juga rindu padanya rindu pula pada keponakan yang sudah mulai besar mas Ammar,.. Bagaimana mungkin aku tak percaya dengan narasi yang seolah membiusku untuk bertekat nabung dari sekarang demi menginjakkan kaki disana. Ah kau memang narrator terhebat di periode ini mbak Peni ah kau memang benar – benar pastas aku panggi ummi ya pantas karna mampu mempengaruhi otakku hehehe

Lama waktu yang kuhabiskan untuk ngobrol dengannya hari ini. Menjelang sore aku bingung mau ngapain lagi udah nggak ada kerjaan tengok kanan kiri sepi Cuma tinggal aku dan beberapa orang yang akan laju ke lapangan. Ah buka – buka detik, oke juga kompas aja biar melek dunia luar…

Derereeet tampolan melayang ke pundakku mengagetkanku dari lamunan haru selepas membaca berita tentang pak Habibi. Tampolan mayan keras namun tak sakit. Seperti biasa tampolan pak Edo mengingatkanku untuk shalat Ashar bareng bliau.

PE : Mbak ayok ashar

N : Ehhh siap pak

PE : Saya ambil sarung dulu

Aku langsung menuju toilet untuk berwudhu dan langsung mengambil mukena dari tas di meja kerjaku. Langsung meluncur ke mushola portable yang sengaja baru dibuat Karena luas kantor sementara tidak begitu besar. Aku lupa kalau tadi pak Edo ngajak shalat berjamaah jadi aku shalat duluan. Pas aku sudah selesai sekonyong – konyong pak Edo datang ke mushola portable.

PE : Loh kok saya ditinggal mbak, waaaah nggak jadi 27 derajat ini

N : Waduh maaf pak saya lupa e kalo pak Edo tadi ngajak jamaah, yaudah besok kalo pas ashar kita jamaah aja pak.

PE : Hehe padahal saya sudah terlanjur pake celana pendek ini, yaudah deh besok berjamaah lo mbak biar 27 derajat.

N : Siap pak, hehee

Kupersilahkan pak Edo untuk shalat ashar dan aku keluar mushola menuju ruang kerja dan melanjutkan onlen buka – buka berita. Oiya pak Edo ini orang Purworejo dulu pernah sekolah di Semarang dan lanjut s1 Administrasi Negara di UNS Solo. Dan bliau sekarang di sini bagian keuangan. Bliau juga yang mengatur tiket pulang pergi kami tiap roster. Pak Edo ini orang jowo, angkatan 2005 sekarang usianya 27th dan sudah menikah dengan mahasiswa kedokteran UGM yang sedang co ass. Biarpun udah menikah tapi sifatnya untuk membaur dengan kami yang masih muda – muda juga sangat tinggi. Jadi asik

Aku lanjutkan berselancar membaca beberapa artikel sembari ngetwit ngobrol dengan mbak Lina karna udah lama juga kami nggak ngobrol di twitter,.. Ah teman lama memang selalu ngangenin,.. 😀

Menjelang magrib kembali tampolan kedua melayang dipundakku “teplok” yang ini lumayan kerasa.

PE : Mbak pokok e sekarang jamaah, jangan ninggalin saya ya mbak. Tak wudhu sek

N : Weh udah adzan magrib toh pak?

PE : Wee yaudah,.. ayo gek ndang saya tak wudhu,.. Eh kui sopo mbak? Pacarmu sek endi nang chatlist iki? Pasti sek kui yo sek paling atas yo kan? Yo kan?

N : Loh katanya pak Edo mau wudhu sek kok malah kepo sih pak? Ora pak ora ono pacaran pak. Kui temen cewek kabeh sek di chatlistku pak.

PE : halah saya liat kok, itu kan potone lanang dan kui laine baru cewek. Hahaha ora usah ngeles mbak saya juga pernah muda dulu, sekarang juga masih muda hehehe

N : Halah pak pak masak nggak percaya sama saya. Saya nggak suka begituan pak saya sukanya langsungan. Dan walaupun saya nggak suka begituan tapi saya masih normal lo pak nggak kayak Zul yang maho.

PE : Halah pokoknya saya tau hehehe

N : Hmmm

Karna kesel akhirnya aku wudhu duluan, rebutan kamar mandi sama Zul yang wajahnya mirip kayak Nizam juga Nazarudin yang korup*0r itu,..

PE : Mbak salaman dulu

N : Hadeeeh pak pak , ayok pak gek jamaah ndak abis waktunya

PE : Saya adzan dulu boleh?

N : Monggooooo

Setelah si bapak riweh satu ini selesai adzan dan iqomah akhirnya kami shalat berjamaah. Selepas itu aku nggak segera keluar karna masih pengen berlama – lama mengadu ke Sang Kekasih. Meweeeek lagi ceritanya,.. inget masalalu,.. Ah ini gara – gara pak Edo tengok FB tadi sih,… 😥

Mungkin benar jika hati wanita sekuat apapun dia berusaha tegar pasti dia akan tetap ingat seseorang yang sempat singgah. Ah ternyata prinsipku belum sekuat Maryam. Isakan kembali terdengar lirih. Oh Maryam kau memang wanita yang kuat dan keren kapan ya Allah Kau jadikan aku bisa seperti Maryam yang teguh pendirian dan pandai menjaga hati juga hargadirinya,… Ah J-o-g-j-a

Beberapa menit kemudian aku keluar mushola menuju ruang kerja untuk beres beres laptop dan meja kerja agar tetap rapid an bersih. Sebelum pulang ke kos aku makan dulu di ruang makan yang sudah di sediakan buat pegawai w*k#. Menu mala mini mampu melepaskan kerinduanku akan jogja, yups Ayam goring pake sambel alias Ayam penyet + lalapan timun potong sama kacang panjang potong. Rasa sambelnya juga kayak sambel jogja ada rasa manisnya sedikit hehehe #BukanEfekKangenJogja tapi ini seriusan bener rasanya kayak yang di Mas Pri pinggir selokan mataram daerah Pogung Dalangan. Yakin aku berani bertaruh kalo ibuknya ini emang bukan orang jogja #oposih

Di ruang makan dluk dluk jleg datanglah Zul, sambil mukanya di manyun manyunin sambil nyengar nyengir ngeliatin aku, ini tanda – tanda tangan bakalan melayang. Aku harus siap menghindar. Yups bener banget. Nyaris tampolan ke pundak lagi. Untung aku pernah ikut karate jadi bisa cepat menghindar dari tampolan Zul.

Z : Hehehe pinter udah hafal sekarang, cepet banget ngelaknya,..

N : Haaaa kamu kan sukanya kayak pak Edo Zul sukanya nampol pundak anak orang, padahal kamu bukan muhrimku loh

Z : Myu my myuuuu besok tak muhrimin biar bisa nampol nggak ngelak ngelak

N : Halah wegah kowe cah cilik kok, udah makan sanah,..

Z : Iya kakak ini juga mau sarapan

Mendadak pecah suara tawa Lela, Nandra juga mas fajar gara – gara denger Zul bilang “sarapan” padahal ini jam makan malam. Dasar koplak anak satu ini,..

Di meja makan kami ngobrol banyak hal ngobrolin tentang asal kami dari mana dulu sekolah dimana dan eaaalaaaaah owalah owalah owalah,.. ketemu lagi deh sama orang jawa. Yups mas Fajar alumni UNS rumahnya di perbatasan Sukoharjo – Solo dulu SMA 1 Solo, angkatan 2007 jurusan teknik sipil. Nandra Padang dulu SMAnya di Jambi dan alumnus Andalas angkatan 2009 jurusan teknik sipil seharusnya angkatan 2008 aku banyak berinteraksi sama Nandra karna dia lumayan jago buat design adi banyak sedikit belajar sama anak satu ini, Nizam/Zul bocah ra jelas paling muda diantara kami dan paling ngocol asal Makassar logat bugis dan hobinya suka ngikutin gaya orang. Lela asal Luwuk Sulawesi sini orang bugis alumnus univ local luwuk aku lupa nama univnya karna aku jg jarang denger dia dulu jurusan kesmas angkatan 2008 dia teman sekamarku dikosan.

Sepanjang makan kami ngobrol dan basa basi ngocol nggak jelas. Paling nggak ini bisa buat ngilangin penat seharian duduk di kantor.

N : Eh ayok La udah jam 19 nih

L : yaudah ayok mbak udah malem juga

N : Eh kami duluan ya semua, Salam Alaykum

Aku dan Lala keluar kantor dan bersiap keparkiran untuk pulang. Sesampai diparkiran ternyata motor Lela dipindahin ke belakang akhirnya aku tunggu didepan kantor dia ambil motornya di belakang. Biasanya berangkat kelapangan dari kosan aku nebeng Lela atau Niluh dan pulang dari kantor bareng Lela karena kami sekosan. Tapi dari lapangan ke kantor atau dari kantor mau ke lapangan atau mau rapat dan lain lain aku dan teman – teman diantar jemput kendaraan kantor.

Sesampai di kosan,..

Ah ini yang bikin aku nggak nyaman, suara cowok – cowok yang manggil – manggil nggak jelas!!!

Setiap sampai depan kos aku langsung naik tangga tanpa ekspresi dan cepat – cepat berlalu, males ngedengerin suara – suara mereka.

Setelah sampai di depan kamar kos aku ambil jemuran di depan kamar yang tadi pagi aku cuci, maklum aku males bawa baju kotor kekantor untuk dicucikan. Sebenernya ada jasa loundri dari perusahaan buat pegawai, namun aku lebih memilih untuk mencuci baju sendiri karena ingin belajar mandiri dan nggak pengen terlalu banyak merepotkan orang lain.

Tiba saat aku mengingat – ingat baju dan jilbab yang aku cuci berapa dan yang mana aja. Kebetulan ketika disini aku Cuma bawa baju 3 potong, rok 2 potong, gamis 2 potong, jilbab 8 potong. Nampak ada yang ganjil ternyata satu jilbabku raib,..

Kesal, dongkol tapi ah sudahlah makin serem aja ini kosan. Penghuninya cowok semua kecuali aku, Lela juga istri orang di bawah satu. Dan yang tinggal di atas Cuma kami berdua yang cewek tapi kenapa bisa ilang? Masak mereka cowok – cowok mau make jilbab?

Masih dongkol kesal akhirnya aku diam di dalam kamar sambil mengingat – ingat dan ternyata ya sudahlah hilang, mungkin Allah akan menggantikan jilbab itu dengan jilbab yang lebih baik dan jilbab yang hilang itu bermanfaat bagi yang lain.

Semakin timbul perasaan ingin pindah kosan, beberapa hari lalu sudah aku samaikan ketidaknyamanan tinggal di kos dengan sisitem campur ini tapi ah sudahlah mungkin memang aku harus belajar dewasa dan semakin cuek dengan keberadaan mereka.

Mala mini Lela pergi sebentar dengan temannya keluar ada urusan dadakan aku sendirian di kosan. Aku kunci kamar rapat – rapat dengan dua kali kuncian, karna ketakutan yang berlebihan, takut diganggu mereka. Soalnya setelah Lela pergi mereka mulai manggil – manggil namaku lagi. Aku langsung shalat isya’ nggak perlu ke kamar mandi kosan lagi karna setiap mau pulang dari kantor aku selalu menyempatkan diri untuk berwudhu dulu di kantor biar nggak diganggu orang kosan kalo mau wudhu di kos. Rutinitas seperti bias abaca quran setelah isya’.

Karena dapet dukungan beberapa hari yang lalu dari Rei jadi aku tetap lanjutkan rutinitasku dan Alhamdulillah suara mereka yang awalnya manggil – manggil namaku menjadi diam senyap dan mereka tidak ikut – ikutan membaca bacaaanku dengan nada ngeledek. Mungkin mereka menyadarinya,.. Ah tapi setelah aku selesaikan semuanya beberapa menit kemudian tetap saja suara mereka memanggil – manggil namaku. Ya allah lindungilah aku dari hal – hal yang tidak baik lagi mencelakakan. Engkaulah sebaik baik pelindung makhlukMu…

Sepulang Lela pun mereka masih bersikap sama,.. Ah sudahlah memang mungkin aku harus cuek dan mencoba menjadi orang tuli dari panggilan – panggilan yang mereka lontarkan. Semoga kabaikan dan pencerahan segera menerpa mereka untuk bersikap lebih sopan terhadap wanita.

Menjelang tengah malam Lela balik ke kamar dan membawa kain abu – abu, yups aku kenal banget itu kain jilbabku yang hilang tadi. Lela menyerahkan jilbab itu padaku sambil meminta maaf karena jilbabku diumpetin temannya yang ngekos disini. Subhanallah Lela baik banget,.. ku ucapkan terimakasih padanya dan masih tersisa rasa seram menggelayuti hatiku yang gersang,..

Saat ini Cuma satu keinginan sekaligus harapanku : Segera mendapat acc pindah kosan yang lebih baik.

Pagi ini tanggal 3 April 2014 aku ke lapangan jam 06:45 sengaja aku memilih nebeng Niluh seperti biasa karena Lela selalu nyamper teman kosnya yang ada di lantai bawah. Aku nggak suka obrolan yang tanpa arah apalagi dengan cowok – cowok yang menurutku “nggak jelas”. Aku berangkat duluan, sampai di lapangan ada briefing bentar lalu dilanjutkan senam pagi, safety morning dan toolbox dalam satu rangkaian acara. Selesai toolbox dan teriakan semangat dari pak Darminto

Safety !!! Yes yes yes

W*k# !!! Jaya !!!

Accident !!! No no no

Semangat kian membara setelah teriakan teriakan semangat tersebut, kemudian kami dan para kru saling berjabat tangat satu sama lain menambah keakraban dan kekeluargaan kami, tapi ntah hari ini aku tak ingin berjabat tangan dengan mereka. Aku langsung menuju gedung lapangan sengaja ingin menjaga wudhu karna tadi berangkat aku lupa nggak shalat dhuha di kosan.

Beberapa menit kemudian kembali lagi suasana ramai dan Nampak nyaring terdengar suara pak Adek

“Ayo ayo ayo bapak bapak yang punya tenaga lebih ayo ayo keluar ikutan bantu angkat angkat”

Aku langsung keluar dan sudah Nampak para teman teman bapak – bapak yang sudah siap berkumpul bersiap mengangkat ponton portable service untuk di pindahkan ke laut. Ponton ini akan diuji coba dulu sebelum benar – benar digunakan. Yups riuh terdengar suara teriakan semangat para bapak bapak yang berjuang ini, Ah sungguh indah pemandangan tadi. Kalian pantas kami sebut sebagai “good father for your family” why? Karena kalian rela berpisah dengan keluarga kalian dan kerja membanting tulang di sini untuk memenuhi kewajiban dan semata – mata karena cinta kalian terhadap anak istri. Subhanallah Allahuakbar !!!

Setelah selesai uji coba, ponton tersebut diikat dengan tali besar apa ya namanya aku lupa, semacam tali tambang khusus kapal namun ukuran diameternya hanya sekitar 3cm lebih kecil.

Usai kegiatan uji coba tibalah saatnya berfoto – foto narsis, tapi aku nggak ikutan masih malu – malu tapi aku foto sendiri hahahahaha

Aku berjalan kembali menuju gedung lapangan dan bersiap untuk ke kantor, aku nggak bareng sama rombongan mobil tapi aku nebeng Niluh lagi, ya lagi lagi nebeng dia lagi hehehe. Kebetulah Niluh diminta pulang kekantor cepat jadi aku juga pengen ketemu bu Ani di kantor sepagi mungkin. Ah naik motor ini aku nebeng di belakang dan yups teringat sepupuku “dek Bud” dia selalu nganterin aku kalo pas aku mudik. Ah rindu sekali rindu kampong halaman hehehe,..

Sesampai di kantor aku menuju warung sebelah untuk beli minuman, haus pengen susu beruang biar sehat hehehe,.. Memasuki kantor langsung disambut bu Ani dengan senyuman khasnya. Oiya bu Ani ini adalah ibu – ibu yang bertugas memasak disini, bliau sudah ikut perusahaan skitar ± 14 tahun dan bliau sudah mengelilingin Indonesia,.. Wooowwww nggak maen maen kan yah,.. Gue aja kalah ma bliau karna gue baru bisa nginjak di 4 pulau :’(. Bu Ani ini asli orang jawa asal Blitar, bermata coklat persis kayak mata sahabatku Anggun dan Ajeng. Bu Ani usianya skitar 45-50an namun wajahnya tetap bersih segar dan cantik untuk ukuran wanita jawa seusia bliau termasuk wanita yang cantik ^^.

Dimulai dengan percakapan basa basi

N : Salamalaykum, selamat pagi,..

BA : Waalaykummussalaam, pagi mbak. Eh mbak aku udah nanyain kamar di depan itu. Perbulan 350 gimana mau nggak mbak? Aku udah bilang buat dipesan ± 2bulan. (Sambil menunjuk rumah depan kantor)

Rumahnya sederhana tapi Nampak teduh daaaan yang jelas nggak ada cowok. Yups I Like it. Bukan berarti aku MAHO loh,.. Lagi lagi aku tegaskan kalo aku bukan MAHO aku masih normal dan pengen nikah 2015 Fix.

N : Wah Alhamdulillah bu kalo gitu, bisa kapan saya pindah bu?

BA : Ayo diliat dulu aja kesana yok, semoga cocok

N : Insyaallah cocok buk. (Jawabanku hari ini sangat semangat banget hahaha ih udah nggak sabar pengen pindah kosan hehehe)

Kami berdua menuju rumah tersebut, ah aku lupa menanyakan siapa nama pemilik rumah itu. Ah dasar kak Nan ini emang suka lupa kalo udah senang hehehe

Ngobrol ngobrol tengok tengok kamar dan fasilitas disana, Alhamdulillah insyaallah nyaman dan aman. Ruangan sempit namun tetap bersyukur karna insyaallah ini lebih baik. Kamar mandi terjaga dan ibuk pemilik rumah sangat ramah.

IP : Mbak ya yang mau tinggal disini?

N : Iya bu 🙂

IP : Aduh ibuk malu ini kamarnya bekas gudang belum sempat ibuk beresin, nanti siang ya ibuk beresin sekalian ibuk belikan springbed.

N : Oh iya nggak apa – apa buk, hmm itu jendelanya nanti ditutup saja ya bu, soalnya saya nggak nyaman kalau hanya gorden saja. Bisa ditambahkan papan atau apa supaya rapat.

IP : Oh iya bisa bisa mbak nanti buar jendelanya dipasang kebetulan Cuma tinggal masang tapi belum sempat.

BA : Mbak nanti kalo mau ke kamar mandi itu langsung kesana lurus aja. (Bu Ani ikut andil dalam perbincangan)

N : Hmmm boleh saya liat kamar mandinya bu?

IP : Iya boleh boleh tapi maaf mbak belum diberesin e, ibuk malu,..

Aku menuju kamar mandi dan melihat kondisi kamar mandi ya masuk kualifikasi standar SNI anak kos JOgja hehehe. Alhamdulillah kamar mandi aman tertutup dan di dalam rumah alias nggak terpisah kayak di kosan yang sekarang J

Lagi lagi aku bergumam Alhamdulillah, ah Allah benar – benar cepat janjimu ini J

IP : Hmm mbak boleh Tanya?

N : Iya buk boleh, gimana?

IP : Jadi gini mbak, ibuk pengen banget bisa ngaji. Kata bu Ani mbak bisa ngaji ya? Boleh ibuk minta ajarin mbak ngaji baca quran?

Subhanallah,.. mataku berkaca kaca. Inikah ya allah? Inikah jalan itu? Inikah yang kau janjikan ?

N : Insyaallah bisa buk J

BA : Iya mbak besok bareng sama ibuk juga ya ngaji bertiga kita abis magrib disini dikos mbak yang baru ini

N : Iya buk insyaallah, Alhamdulillah ya allah,.. J

IP : Terimakasih banyak ya mbak. Saya sudah lama pengen bisa ngaji quran tapi disini sepi tidak ada yang ngajarin. Terimakasih ya mbak, terimakasih,..

N : Iya buk sama sama. Saya juga berterimakasih karena sudah diijinkan untuk pindah kos di rumah ibuk. Insyaallah kita besok belajar bersama sama ya buk J

IP : Iya mbak terimakasih ya mbak aduh ibuk senang sekali J

N : Hehehe

Sungguh keluh kesahku yang kemarin aku curhantkan padamu degan begitu cepat kau balas ya Allah, kau jawab keluh kesahku dengan surprise yang sempurna. Alhamdulillah terimakasih ya Allah,..

Lega hati ini, insyaallah ini akan jadi jalan baruku meniti karir bersamaMu Ah aku merindukanMu ya Allah,..

Allahuakbar,.. Subhanallah Walhamdulillah Allahuakbar,… La haula walakuwata illa billahil ‘aliyil adzim,..

Ya mungkin ini salah satu jawaban dari kerinduanku padaMu yang kian menggebu. Ah Jogja lagi kau selalu menginspirasiku dalam setiap langkahku. Jogja yang aman jogja yang teduh dan tenang. Walaupun aku jauh di Sulawesi di tanah bugis aku ingin mewarnai tanah ini dengan pesona keteduhanmu. Ya walau sekarang hanya dimulai dengan satu langkah kecil. Target awal rumah depan kantor ^^.

Allahuakbar ^^

Salam Cinta Penuh Kerinduan dari Sulawesi untuk Jogja tercinta ^^

 

 

 

 

10 thoughts on “Mungkin ini Jawaban Kerinduanku Padamu :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s