Titip Rindu Untuk Jogja

Image

Ini hari ke seminggu aku kerja di luar jawa, ya di pulau seberang tepatnya di Sulawesi yang disana aku sendirian tanpa sanak saudara dan kadang masih suka bingung dengan bahasa yang mereka pakai hahaha

Btw disini Alhamdulillah banyak pegawainya yang orang jawa jadi ya g masalah dan lumayan ngerasa aman, Cuma ketika sudah sampai di kos (tempat aku tinggal sekarang karena mess belum jadi) aku ngerasa nggak nyaman karena kebanyakan penghuninya cowok semua dan jahil2. Masak setiap hari manggil – manggil namaku dan kalo aku sedang baca quran setelah isya mereka semacam mempermainkan alqur’an.

Aku sedih ya allah, sungguh aku lebih merasa nyaman berada di kantor dibandingkan di kos yang sekarang. Mau shalat malam jadi susah, mau ngaji tapi mereka mengganggu, ketika aku ngaji baca quran mereka membesarkan volume radio atau mp3nya kalau nggak ya mereka mengecilkan volumenya tetapi mereka ikut – ikutan baca quran dengan nada menghina.

Tepat malam jumat aku diingatkan salah satu temanku yang sekarang masih di Malang, sebut saja namanya Rei A Hirayama.

R : Bro jangan lupa alkahfinya

N : Aku lagi suka Maryam e, tiap hari yang aku dengerin Maryam terus

R : Kan sunnah e malam jumat itu kan Al Kahfi bro

N : Ok bro siap, thanks ya udah ngingetin aku hehehe

R : Podo podo bro

N : Eh aku off dulu ya bro, baru mau pulang kantor nih, tadi abis magrib di kantr juga

R : Ok bro, ati – ati

N : Siipp

Setelah aku non aktifkan Fb aku langsung meluncur pulang sama temen sekamarku sebut saja namanya Lela. Dia tenaga local bagian asistan HSE sedangkan rumahnya ada di Luwuk kota.

Sampai di kosan biasanya aku langsung buru – buru mandi karena nggak bagus tiap hari mandi malam, tapi malam itu aku lebih memilih makan dulu (makan jatah dari kantor) dibandingkan mandi.

Ahh rasanya kenyang sekali, memang ya kalu kerja dan nggak kerja itu rasanya bedaaa banget. Ketika kerja makanan terasa nikmat karena lapar, sedangkan ketika nggak kerja makanan rasanya hambar, apalagi kalau dimakan sendirian nggak ad temennya hehehe #BukanKode karena nggak ada yang perlu di kode

Selepas makan aku turuni tangga kayu kosan (rumah panggung khas Sulawesi) dan aku bersiap menuju kamar mandi. Baru keluar kamar kos udah dipanggil – panggil nada menggoda dan rasanya gerah, aku diam saja dan terus melaju menuju kamar mandi. Disini kamar mandi Cuma ada 2 dan dipakai secara umum untuk 6 kamar dan mayoritas penghuninya cowok semua yang cewek Cuma aku sama lela + satu istri perantau yang tinggal di lantai bawah.

Gerah, ngeri campur khawatir selalu menghinggapi benakku. Tibalah setelah selesai mandi aku langsung shalat isya di lanjut “nyunnah rosul” Al Kahfi. Karena panjang jadi lumayan lama aku membacanya karena biasanya target baca quran selepas isya sudah tidak satu juz lagi tapi selesai satu surat saja. Mungkin ini yang dinamakan kemunduran. Lemahnya iman..

Saat aku mulai membaca dengan suara lirih tapi karena dinding pembatasnya berupa kayu papan jadi tetaplah suaraku terdengar dari balik kamar sebelah. Sebelumnya tetangga kamarku (cowok) itu memutar mp3/tape recorder ato apalah dengan lagu – lagu pop dll dengan suara lumayan keras, kemudian mungkin dia mendengar suaraku sayup sayup tertiup angina sehingga dia berbaik hati untuk mengecilkan volume. Dalam hati aku mengucap syukur “Ya allah semoga ini bisa jadi salah satu jalanku untuk berdakwah walaupun aku tak mampu melakukannya secara langsung, paling nggak Kau bukakan pintu hatinya dengan mendengarkan tilawahku, aamiiim”,.. Kejadian ini sudah beberapa kali dan aku bersyukur.

Setelah aku khatamkan Al kahfi malam itu tiba – tiba dari luar kamar ada suara sepatu melintas di depan kamarku sambil menyenandungkan Basmalah dan surat pembuka yasin. Teman sekamarku langsung nyahud “Aamiiin” lalu aku marahin dia.

N : La kamu jangan kayak gitu, dosa, nggak baik mempermainkan bacaan alquran La

L : Mbak nggak tau sih, kenapa aku nyahud Karena mereka sedang menghina mbak, mereka di luar main catur bukan sedang membaca quran mbak. Kalo mbak nggak percaya coba mbak keluar liat di samping kamar kita mereka sedang ngapain.

N : Tapi laaa jangan kayak gitu, aku nggak suka kamu ikut – ikutan mempermainkan kayak gini. Yaudah mendingan kamu ikutan “nyunnah Al kahfi aja, kamu ada quran kan?

L : Hehehe nggak ah mb, aku nggak bias abaca quran aku cukup shalat aja, lagian aku nggak bawa quran kayak mbak. Emang kalo di jogja abis shalat selalu baca quran ya mbak?

N : Hmmm owh gt, yaudah nih aku pinjemin mau nggak? Kalo kamu mau ambil aja aku bisa beli lagi besok,.. Yam au baca quran ato nggak itu kan pilihan La. Aku baca quran ini juga karena pengen banget terkontrol, biar nggak lepas kendali. Apalagi disini moslemnya juga minim dan nggak ada Liqo. Sedih aku La

L : Nggak ah mbak makasih. Owh gitu ya mbak. Oiya Liqo itu apa mbak?

N : Iya ya kayak kamu sekarang La, kamu liat aku baca sedangkan kamu nggak nah posisinya semacam kita berdua ini. Mau baca atau nggak itu pilihan. Tapi karena aku pengen tete deket dan pengen istiqomah ya aku pilih uat baca. Lagian quran kan jadi buku pedoman kehidupan kita walaupun aku masih sering “galau ria” juga.  Kamu nggak tau liqo’ la? Kalo halaqoh, mentoring, pengajian ? pasti tau dong?

L : Mentoring? Halaqoh? Aku taunya pengajian aja mbak hehe. Mbah di jogja ikut pengajian terus? Berapa bulan sekali mb? Itu biasanya pas acara apa aja?

N : Nah kalo kamu tau pengajian ya semacam itulah liqo’ Cuma dalam liqo jumlahnya lebih sedikit dan terfokus di dalamnya kita semua aktif jadi bukan Cuma penceramah yang aktif (Murrabi=penceramah) jadi kita bisa tanya – tanya langsung tentang apapun, semacam curhat dan tukar pikiran, yang dibahas segala hal jadi lebih asik. Biasanya liqo rutin seminggu sekali. Kalo masalah pengajian kalo di Jogja Alhamdulillah La hampiiir tiap hari ada pengajian apalagi di masjid – masjid dekat kampus, makanya aku suka rindu Jogja hehhe #jujurKaloYangIni

L : Owalah owalah owalah,.. oke deh mbak, aku mau tidur udah ngantuk hahhaahaha. Besok kita langsung lapangan kayak biasanya mbak.

N : Hmmm oke, kamu tidur duluan aja La aku masih mau ngelanjutin update design jetty yang perlu di perbaiki lagi.

L : Yaudah mbak aku duluan.

Hmmm Ya allah aku sedih banget tapi aku tak mampu berbuat apa – apa disini. Semoga segera selesai pembangunan mess di B3 biar segera pindah dari kosan ini ya allah,..
Ya begitulah pengalaman pertamaku selama seminggu ini di tanah rantau yang sangaaat jauh berbeda dari jogja.

Disini panas dan gersang, tak hanya hatiku yang merasakan kegersangan ini tapi juga kulit dan imanku. Kulitku makin melegam, bibir pecah – pecah, hati gundah merindukan siraman ruhani yang bisa ku dapat di jogja setiap hari. Merindukan kehadiran MR yang selalu ada dan selalu ya selalu selalu menyemangati mensupport apapun pekerjaan kita asal satu “jangan lepaskan hatimu dari Allah, bawa quran dan selalu ingat allah”.
MR yang tegas menjernihkan kegalauan pikiranku saat aku mulai lemah dia mengingatkanku dengan satu kalimat “Sabar dek, Apapun yang kamu usahakan hari ini insyaallah akan dibalas Allah dengan sesuatu yang terbaik menurutnya, waktu itu tak akan lama kalau kamu bisa menahan kesabaranu sedikiiit lagi. Mbak yakin adek pasti akan jauh lebih bersyukur, Allah Allah Allah tempatkan dia disini, di hatimu”

Aaaah kalimat itu selalu terngiang – ngiang ditelingaku saat aku mulai benar – benar akan menyerah. Dan malam itu juga kutuntaskan rasa rinduku peda MR dengan menghubunginya sekitar 30 menit. Ahh MR ku ku merindukanmu, senyummu, kepandaianmu dalam menghibur kami yang gersang,…
Ya allah berikanlah tempat tempat terbaikmu untukku, keluargaku, Saudaraku, MRku, teman –temanku, guru/dosenku dan saudara seimanku,…
Rindu yang kian membuncah ketika mengingat kalian semua saudaraku disini aku tak bisa menemui pemandangan sesejuk wajah kalian,..

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s