Dan Akupun Juga Pernah Jatuh Cinta

Image

Pernah suatu hari ada adek bimbingan yang nanyain ke aku tentang cinta, yups permasalahan cinta. Jadi begini ceritanya

A : mbak pernah suka sama orang?

B : Yups tentu, mbak suka sama banyak orang 🙂

A : bukan itu maksudku mbak, tapi maksudku itu mbak pernah suka/cinta sama orang?

Kuberikan senyuman terasemku padanya sambil memandang jauh ke arah KPFT sana.

B : Ya mbak sempat cinta sama orang tapi itu dulu, sekarang sudah nggak

A : Kenapa sekarang udah nggak cinta mbak?

B : Karna prinsip dek

A : Mbak beda prinsip sama orang yang mbak cinta?

B : Kemungkinan iya, tapi mbak lebih mengakui kalau itu karna keras kepala dan prinsip mbak untuk tidak pacaran.

A : Oh gitu ya mbak? sebenarnya mbak masih cinta nggak sama orang itu?

B : Kalau harus jujur, yah mbak masih cinta tapi mbak yakin kalau suatu saat Allah akan kasih mbak orang yang tepat untuk dicintai dan insyaallah itu yang terbaik

A : Lalu gimana dengan cinta mbak? kan mbak masih cinta sama orang itu?

B : Hmm insyaallah walaupun dengan tertatih dan derai air mata mbak sanggup memulihkan keadaan cinta dihati mbak untuk kembali netral dek.

A : Mbak gak sayang sama orang itu?

B : Mbak sangaaaat sayang sama ikhwan itu, tapi Allah lebih sayang mbak dek

A : Mbak nggak sedih?

B : Pasti mbak sedih, bahkan sering menangis dikala sedirian, tapi semua harus dikembalikan kepada Sang Pemberi Rasa Cinta

A : Mbak aku juga sedang jatuh cinta pada seorang ikhwan mbak

B : Lalu apa langkahmu dek?

A : Aku bingung mbak harus gimana

B : Kalau sudah siap kenapa harus bingung? Mau mbak jadi perantara antara kalian?

A : Nggak mbak, biarkan semuanya mengalir aja mbak

B : Dek jika semua hanya dibiarkan mengalir aja nanti rasa itu akan semakin subur, rasa itu akan semakin berkembang. Kalau udah begitu pintu zina akan semakin terbuka lebar

A : Aku benar – benar bingung mbak, aku sangat mencintainya tapi dia dan aku masih sama – sama di semester 5 kami belum berani menuju ke hubungan yang lebih serius

B : Kalau gitu putuskan saja, dan kembali mengingat Allah

A : Nggak bisa mbak, sehari nggak ketemu aja udah kangen apalagi harus putus mbak, aku nggak sanggup mbak,..

B : Coba tanyakan pada hatimu ntar malam dek, apakah yang kamu rasa saat ini adalah benar – benar cinta atau hanya nafsu sesaat saja. Kembalikan semua pada Sang Maha Cinta dek

A : Iya mbak aku coba ntar malem. Berat rasanya mbak..

B : Memang berat dek, sangaaat berat karna untuk mencium bau surga memang sangat berat cubaan dan perjuangannya. Semoga kita bisa berkumpul dengan pasangan – pasangan kita di surga kelak ^^

A : Makasih ya mbak,..

Siang itu sangat terik, sesi curhat personal usai dan kami menuju ke kantin teknik tercinta. Cinta yah cinta. Virus cinta bisa menyerang siapa saja, termasuk seorang aktivis dakwah. Jadi tetapkanlah iman dan kuatkan prinsip. Menuju surga Allah memang harus pahit, mencium bau surga memang keras, tapi yakinlah surga itu tidak mahal, hanya butuh perjuangan dan keikhlasan hati untuk menerima yang halal dan memudarkan cinta yang haram.

Advertisements

2 thoughts on “Dan Akupun Juga Pernah Jatuh Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s