Pengalaman Perdana Pendakian Merbabu

Image

Kali ini aku mau cerita tentang perjalanan pendakian pertamaku di gunung Merbabu 30 Maret 2010. Aku memang bukan anggota Geodipa (Geodesi Pecinta Alam) namun aku sangat excited waktu temenku si Ajeng arimi ngasih tau.

Ajeng (A) Aku (N)

A : Nan Geodipa ngadain penmas Merbabu (pendakian massal Merbabu) kamu mau ikut nggak?

N : Wah mau jeng mau, kapan cabut dari kampus?

A : Tanggal 29 cabut dari kampus jam 15:00, beneran ikut kan?

N : Yo’i men pasti ikut. Apa aja yang perlu disiapin?

A : Bawa baju ganti, jaket, masker, ponco, sandal gunung, sunblock, senter,air minum, jangan lupa obat – obatan pribadi di bawa. Oiya bawa jaket 3 soalnya dingin banget.

N : Cuma itu doang? nggak bawa bekal?

A : Bawa snack yang banyak aja, ntar klo masalah masak memasak udah disediain panitia mie instan ntar tinggal di rebus di atas. Bawa minuman kopi ato apalah gitu buat anget angetan di atas kalo malam.

N : Ok siaplah kalo gitu, aku daftar.

A : Sip, makasih ya.

N : 🙂

Hari itu juga sepulang kampus aku langsung kesana kemari nyari senter dan beberapa keperluan ndaki, biar pas tgl 29 langsung cuss dari kampus nggak perlu ribet siap- siap lagi.

Tanggal 29 Maret 2010 kami berkumpul di kampus, upacara pembukaan penmas sekedarnya dilakukan sebagai ritual non formil geodipa dan sekapur sirih nasihat dari para senior, penjelasan singkat rute dan kegiatan apa aja yang akan dilakukan disana. Selesai upacara singkat kami langsung menyerbu truck bak terbuka yang terparkir di samping kampus, kami naik truck bareng – bareng dengan pertimbangan lebih kuat dan efektif melalui medan yang bergelombang,..

Sampai di kamp pos penitipan barang dan penitipan kendaraan tepat magrib, kami shalat berjamaah di kamp dan istirahat bentar. Kegiatan dimulai dengan agenda briefing dan pembagian jobdesk panitia.

Tepat jam 21:00 kami mulai cabut dari kamp menapaki rute pendakian Merbabu dengan pengawasan teman2 panitia Geodipa. Alhamdulillah walaupun capek dan sempat berhenti beberapa kali semangat melihat gumpalan awan di bawah pijakan kaki tetap besar. Membayangkan berfoto dengan background awan sungguh fantastis,..

Di tengah perjalanan mendadak terlihat gemuruh dan kilatan petir menyambar – nyambar dan beberapa menit kemudian turun hujan deras banget. Saking deresnya sampe mata nggak bisa melek sempurna karna ketimpa hujaman air hujan yang keras. Solusinya berjalan dengan bergandengan tangan dan saling menjaga satu sama lainnya.

4 jam berlalu hujanpun reda yang tinggal hanyalah senyap sepi tanpa suara manusia, yang terdengar hanya kicauan kodok hutan yang saling bersahutan dimeriahkan dengan kerikan jangkrik yang terdengar mengalun menambah suasana menjadi semakin mencekam. Kutatap jauh ke depan tak nampak cahaya satupun. Yups kami tertinggal dari kelompok sebelumnya, merayap terus kami merayat dengan sesekali desisan “au e e e ah haish” desis umpatan kepada licinnya medan dakian selepas guyuran hujan.

Teman – teman Geodipa bilang ” ini medan paling gampang teman – teman dibandingkan dengan rute medan gunung – gunung yang lain, dan gunung merbabu ini termasuk gunung yang tidak terlalu tinggi dan sangt cocok untuk pemula. Ayo semangat jangan sampe kalah sama kelompok lain. Ayo ayo ayo”.

Tengah malam kali sampai di pos 2 dan ternyata banyak yang masih tertinggal di belakang, padahal kami kira kamilah yang tertinggal. Sungguh rasa percaya diri yang berlebihan memang tak baik teman, seperti hal nya kami yang meras tertinggal tapi ternyata tidak, hanya ke khawatiran semata yang menghantui kita.

sekitar jam 03:00 pagi kami sampai di pos terkhir, disana kami masak mie, nyeduh kopi dan bercanda bergurau di bawah langit yang cerah dengan bintang gemintang yang indah. Ku rebahkan badan di atas alas ponco basah yang kupakai tadi, kurebahkan badan menghadap ke langit lepas. Kupandangi terus bintang – bintang disana dan kucoba menghitung satu dua tiga dan setelah kuamati terlalu banyak dan aku tak sanggup menghitungnya lagi. Sungguh Allah pencipta alam semesta yang tiada tandingan untukNya.

Jam 03:30 kami harus tidur istirahat karna besok pagi ba’da subuh jam 05:00 kami harus melanjutkan perjalanan mencapai puncak. Semilir udara dingin kian pagi kian menusuk tulang, sudah kupakai 3 jaketku double – double tapi tetap terasa dingin. Sampai akhirnya dipinjami 2 jaket lagi baru terasa anget. Sungguh kuat fisik orang pegunungan yang setiap harinya dihujam rasa dingin yang menusuk membekukan badan.

Teteeeeeeeeeeeeeetetettetet,.. jam 04:30 kami mengendap – endap mencari aliran air pegunungan untuk berwudu, sekitar 25 m akhirnya kami menemui pasangan pipa selang kecil yang terbuka, kami ambil air itu untuk berwudhu. Brrrrbrrrrrrrrr Subhanallah dingiiiingnyaaa tapi dengan cipratan air pegunungan ini wajah kulitku terasa fresh matapun langsung jeggerrrr melek ceria. Kami shalat berjamaah di dataran bergumpal yang agak tinggi sehingga ponco dan sajadah tetap bisa digelar tanpa basah terkena bekas guyuran air hujan semalam.

Seusai shalat subuh kami sarapan mie rebus dan langsung dilanjutkan mendaki ke puncak. Ditengah perjalanan aku ditemani mb Maria kakak angkatan 07 di teknik geodesi, bliau sosok wanita yang tangguh yang terjebak dibadan yang mungil. Saat aku kelelahan bliau masih tetep semangat dan tak kulihat wajah capek sedikitpun tersirat dirautnya. Mungkin karna bliau sudah terbiasa mendaki gunung – gunung yang lebih tinggi sehingga Merbabu sangat mudah baginya untuk di taklukkan.

Sesampai dipuncak sekitar jam 11:00 an kami berpoto – poto dan rasanya enggan turun, masih ingin menikmati indahnya alam dengan berjuta sudut pandang mengelilingi nampak panorama yang indah dan baru ku lihat saat itu.

Sekitar jam 13:00 kami turun ke pos puncak tempat kami meninggalkan barang, kami langsung shalat berjamaah dan berberes2 dum dan segala barang yang tertinggal dan membawa pulang sampah yang kami bawa. Salah satu nasihat dari senior “Kalian boleh menikmati alam asal kalian jaga kebersihan alam itu, berangkat bawa sampah pulangpun harus bawa sampah, jangan sampai dibawa untuk ditinggalkan”.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s