Soal Penginderaan Jauh Kamis,12 Januari 2012

1.      a. Dalam menggunakan data penginderaan jauh ada 2 pendekatan yaitu pendekatan penutup lahan dan pendekatan bentuk lahan. Apa maksudnya dan jelaskan arti dari pendekatan di atas.

Jawab :

Pendekatan penutup lahan : Setiap bentuk campur tangan manusia terhadap sumber daya lahan, baik sifat menetap maupun merupakan daur ulang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebendaan maupun kejiwaan (spritual) atau kedua-duanya. Penggunaan lahan sangat erat kaitanya dengan aktivitas manusia dan sumber daya lahan. Oleh karena itu penggunaan lahan bersifat dinamis, mengikuti perkembangan kehidupan manusia dan budaya. Contoh penggunaan lahan adalah pemukiman, jalan, sawahkebun campuran, sungai, lahan kosong, tegalan dan lain sebagainya.

Pendekatan bentuk lahan : Klasifikasi bentuk lahan didasarkan pada : genesis, proses, dan batuan, seperti yang dikemukakan oleh Verstappen, 1985 dalam Suprapto, 1997; 31-104. Bentuk lahan secara genesis ada 9 yaitu:

a.       Bentuk lahan bentukan asal vulkanis, merupakan bentukan lahan dari proses vulkanisme atau gerakan magma yang naik ke permukaan bumi. Contoh :Kawah, Kaldera, Kerucut gunungapi, Lereng atas gunungapi.

b.       Bentuk lahan bentukan asal struktural, merupakan bentukan lahan yang terbentuk karena adanya proses endogen yakni proses tektonik atau diatrofisme. Contoh: Dinding terjal, Rombakan kaki lereng.

c.       Bentuk lahan bentukan asal proses denudasional, merupakan bentukan lahan hasil dari proses pelapukan, erosi, gerak masa batuan dan proses pengendapan. Contoh:  pegunungan denudasional, perbukitan denudasional, perbukitan terisolasi, nyaris dataran.

d.       Bentuk lahan bentukan asal proses fluvial, merupakan  bentuk lahan yang disebabkan oleh proses fluvial yakni proses air mengalir baik memusat (sungai) maupun oleh aliran permukaan bebas (overland flow). Contoh: daratan aluvial, dasar sungai/sungai mati, rawa belakang, daratan banjir.

e.       Bentuk lahan bentukan asal proses marin, merupakan bentukan lahan yang terjadi akibat pasang surut, gelombang air laut. Contoh : rataan pasang surut, platform, chiff dan notch, spit, lidah gosong pasir laut.

f.        Bentuk lahan bentukan asal proses angin (aeolin), merupakan bentuk lahan diakibatkan oleh proses angin, gerakan udara dapat membentuk bentuk lahan yang spesifik, dan berbeda dari proses yang lainnya. Contoh: gumuk pasir dan debu endapan angin.

g.       Bentuk lahan bentukan asal proses pelarutan, terbentuk dari pelarutan batuan kapur/gamping. Contoh : plateau karst, hillocks, doline, uvala, dan poljes.

h.       Bentuk lahan bentukan asal proses Glasial, terbentuk oleh pencairan es/salju yang umumnya terdapat didaeraha lintang tinggi maupun tempat-tempat yang mempunya elevasi tinggi dari muka air laut. Bentuk lahan ini dibdakan menjadi 2 yakni erosional dan deposisional. Contoh bentuk lahan asal proses glasial yaitu circui dan horn.

i.         Bentuk lahan bentukan asal Aktivitas Organisme, Menurut Verstappen (1977) dalam Suprapto (1997), bentuk lahan organik bukan hanya terumbu karang saja, akan tetapi termasuk pesisir bakau (mangrove coast) dan ranca gambut (peat bog).

b. Apa yang dimaksud dengan skema klasifikasi dalam metode penginderaan jauh, kapan skema klasifikasi digunakan.

Jawab :

Skema klasifikasi adalah proses klasifikasi  (mengelompokkan data digital menjadi suatu kelompok dengan beberapa parameter yang berbeda) dengan mempergunakan metode kalkulasi algoritmis. Tampilan baris klasifikasi dapat menampilkan banyak kelas, dengan warna yang berbeda-beda untuk masing-masing kelas.

c. Berikan satu contoh skema klasifikasi yang anda ketahui:

jawab :

contoh :

klasifikasi unsupervised/penentuan objek diserahkan kepada computer. Kita menggunakan klasifikasi unsupervised ketika kita mempunyai sedikit informasi tentang dataset kita : K-mean dan Isodata

Klasifikasi supervised merupakan metode klasifikasi yang terbimbing mempunyai acuan atau titik control : Parallelepiped,minimum distance, Max likelihood, mahalanobis distance.

Contoh untuk klasifikasi pada jenis tanaman :

Ada 5 kelas : jati – lebat, kelapa-agak lebat, pinus-sangat lebat, karet- jarang, akasia-sangat jarang

2.      Untuk mengekstraksi obyek dalam penginderaan jauh ada beberapa metode yaitu PCA, Indeks vegetasi, dan klasifikasi. Jelaskan maksudnya dan perbedaan dari ketiga metode tersebut.

Jawab :

PCA adalah teknik yang banyak digunakan pada aplikasi pengolahan sinyal, misalnya digunakan untuk ekstraksi fitur (feature extraction) dan reduksi dimensional. Komponen utama pada PCA adalah vektor eigen yang berasosiasi dengan nilai eigen yang besar. PCA bertujuan untuk menyederhanakan variabel yang diamati dengan cara menyusutkan (mereduksi) dimensinya. Hal ini dilakukan dengan cara menghilangkan korelasi diantara variabel bebas melalui transformasi variabel bebas asal ke variabel baru yang tidak berkorelasi sama sekali atau yang biasa disebut dengan principal component.

Indeks Vegetasi adalah besaran nilai kehijauan vegatasi yang diperoleh dari pengolahan sinyal digital data nilai kecerahan (brightness) beberapa kanal data sensor satelit. Untuk pemantauan vegetasi, dilakukan proses pembandingan antara tingkat kecerahan kanal cahaya merah (red) dan kanal cahaya inframerah dekat oleh jaringan mesofil yang terdapat pada daun akan membuat nilai kecerahan yang diterima sensor satelit pada kanal-kanal tersebut akan berbeda jauh.

Klasifikasi adalah merupakan proses yang berusaha mengelompokkan seluruh pixel pada suatu citra ke dalam sejumlah class (kelas), sedemikian hingga tiap class merepresentasikan suatu entitas dengan properti yang spesifik (Chein-I Chang dan H.Ren, 2000).

3.      a. Buat diagram alir proses pembuatan peta penggunaan lahan menggunakan citra resolusi tinggi.

Image

b. Terangkan setiap tahap yang anda tuliskan dan jelaskan masing – masing perannya.

Persiapkan data yang diperlukan = RBI, citra lama, citra terbaru

Lakukan koreksi radiometric histrogram untuk menyesuaikan resolusi sprektralnya.

Lakukan koreksi geometric untuk membawa citra pada system koordinat peta yang sudah mempunyai system proyeksi ex: UTM

Lakukan change detection dan interpretasi citra untuk mengenali obyek,

Buat skema klasifikasi, gunakan skema klasifikasi yang sesuai dengan kondisi citra.

Overlaykan citra lama dengan citra baru , lalu lakukan updating untuk penggunaan lahan.

Buat layout peta==è peta penggunaan lahan.

4. a. Tuliskan judul dari tugas akhir yang anda kerjakan.

b. Tuliskan dari tugas tersebut :

c. Buatlah diagram alir dari pelaksanaan tugas diatas, tuliskan setiap tahap yang anda kerjakan dan jelaskan perannya.

JAWABAN TERGANTUNG MASING-MAHASISWA KARNA MINI PROJECT YG DIBERIKAN TIAP MHSISWA BERBEDA

5. a. Apa yang anda ketahui tentang Digital Change Detection, terangkan dengan singkat dan jelas.

Jawab :

Digital Change Detection adalah teknik interpretasi dalam penginderaan jauh yang digunakan untuk mengidentifikasi obyek dengan interval waktu tertentu (berbeda).

b. Apa tujuannya dan kapan pekerjaan ini digunakan, jelaskan.

            Jawab :

Tujuannya untuk identifikasi obyek dan melihat perubahan dari dua citra yang berbeda epoch.

Change detection dilakukan jika data yang akan diolah berupa data digital dan terdiri dari beberapa epoch yang berbeda

Advertisements

2 thoughts on “Soal Penginderaan Jauh Kamis,12 Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s