Tinggalkan yang haram, maka kau dapatkan yang Halal

Image

Subhanallah maha suci Allah,..

Sabtu pekan lalu aku berkumpul dengan orang – orang sholeh alhamdulillah, kami saling bertukar cerita, berbagi dan saling nasihat menasihati. Begitulah indahnya ukhuwah 🙂

Menjelang shalat dzuhur sesaat sebelum kumandang adzan, murabbiku bercerita tentang sebuah kisah pergolakan hati melawan napsu diri sendiri. Begini kisahnya.

Di tanah tandus nan gersang hiduplah seorang lelaki miskin, tak bermata pencaharian, dia seorang duda karna ditinggal mati istrinya. Suatu siang dia berkeluyuran mencari – cari sesuap nasi, sudah 2 hari dia tidak makan. Yups perih memelintir usus – ususnya yang berontak. Di tengah perjalanan menuju pasar, dia menoleh sebuah rumah besar di seberang jalan. Bau makanan semakin menggiurkan tercium halus dan menusuk indra pembaunya. Perlahan dia dekati rumah itu yang ternyata tak terkunci.

Lelaki itu masuk dengan mengendap – endap, semakin dicari semakin penasaran. Lalu dia dapati berbagai macam makanan terhidang di ruang makan, saat dia akan mengambil makanan tersebut karena sudah tak tahan dengan perihnya usus yang berontak melilitnya, dia teringat akan satu nasihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Susah payah lelaki itu akhirnya mengurungkan niat mencurinya.

Dia telusuri rumah mewah itu, saat itu rumah sepi tak nampak penghuni rumah. Suasana seperti ini sangat mendukung untuk mencuri apalagi di sana – sini nampak barang – barang mewah yang pastinya mahal jika dijual, bisa dia gunakan untuk makan sebulan. Saat dia sudah menyentuh satu barang yang dirasa menarik dan akan dia jual ke pasar, tiba – tiba lelaki itu teringat lagi akan nasihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Perang batin kembali berulang. Jika dia ambil maka penghuni rumah sudah pasti tak akan tahu karna rumah nampak kosong dan jika hanya berkurang satu koleksi barang saja pasti penghuni rumah juga tak akan curiga karna koleksi terlalu banyak untuk dihitung dan yang pasti dia bisa bertahan hidup selama sebuhan, oh indahnya hidup. Namun pikiran baiknya lebih mendominasinya sehingga dia urungkan kembali niatnya untuk mencuri tersebut.

Masih galau dan perutnya pun masih melilit perih, si lelaki tersebut berjalan melihat – lihat ruang demi ruang. Terkesiap pada satu sosok tubuh yang terkulai lelap dengan posisi tidur sangat menggiurkan bagi seorang lelaki. Yups itulah penghuni sekaligus pemilik rumah mewah itu yang kini sedang terlelap dibuai mimpi indah. Sang lelaki hanya memandangi dan menikmati pemandangan di depannya yang mengundah syahwat. Tiba – tiba rasa lapar dan kesalnya hilang yang muncul kemudian pikiran bejat untuk memenuhi nafsu birahinya sebagai seorang lelaki duda lama ditinggal mati istri. Selangkah demi selangkah lelaki tersebut mendekati tempat tidur si wanita cantik pemilik rumah mewah. Namun hanya kurang selangkah lagi dia teringat kembali akan asihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Kembali dia tersiksa dan merasa lelah karena menahan hawa nafsunya sendiri akhirnya dia keluar dari rumah dan mengurungkan niatnya untuk memperkosa wanita tersebut.

Disepanjang jalan dia mengutuki dirinya sendiri. Lapar yang menyiksanya dan rasa capek dan lelah karna menahan hawa nafsunya sendiri mengantarkannya menuju masjid. Diambilnya air wudhu kemudian shalat. Karena rasa lelah dan lapar yang tak terkira lelaki tersebut tertidur di dalam masjid.

Beberapa jam kemudian datanglah seorang wanita mengadu kepada rasul. Kebetulan rasul sedang shalat berjamaah di masjid tersebut.

Wanita : Ya rasul aku ingin mengadukan sesuatu hal kepadamu

Rasul : Ya wahai wanita, apakah yang hendak kau adukan?

Wanita : Ya rasul aku seorang janda dan tinggal sendirian. Tadi siang rumahku kemasukan maling, namun maling tersebut tak mengambil barang satupun. Aku takut ya rasul, bisakah kau mencarikanku seorang penjaga agar aku tak khawatir dengan keadaanku?

Kemudian rasul melihat di sekitarnya, dia bangunkan lelaki duda tadi yang tengah tertidur.

Rasul : Wahai saudaraku bangunlah ada yang hendak aku tanyakan kepadamu.

Lelaki : Ya rasul apakah yang hendak kau tanyakan padaku?

Rasul : Siapa namamu? Apa pekerjaanmu? Apakah kau sudah menikah?

Lelaki : Namaku Abdullah, aku tak mempunyai pekerjaan ya rasul, dan aku seorang duda

Rasul : Mau kah kau kuberi pekerjaan?

Lelaki : Alhamdulillah, dengan senang hati ya rasul. Apakah pekerjaan tersebut ya rasul.

Rasul : Ayo ikut denganku nanti kau akan tahu.

Lelaki : Baik ya rasul

Kemudian Abdullah mengekor rasul menemui sang wanita yang mengadukan perihal maling tersebut.

Rasul : Wahai fulanah siapa namamu?

Wanita : Namaku Aminah ya rasul.

Rasul : Baik jadi begini saja, Aminah seorang janda dia merasa terusik akan kedatangan maling yang tadi siang memasuki rumahnya walaupun tak ada kehilangan barang satupun, namun perasaan khawatir terus menghinggapinya sehingga dia menghendaki untuk mencari penjaga. Namun yang namanya penjaga harusah seorang lelaki, dan tidak baik jika dalam satu rumah dihuni oleh dua orang yang bukan mahram. Nah disini aku telah menemukan seorang lelaki sholeh insyaallah dan dia seorang duda apakah kau saudaraku Aminah menghendaki usulanku untuk menikah dengan Abdullah?

Wanita : Jika itu yang terbaik insyaallah aku menghendaki usulah rasul

Rasul : Bagaimana denganmu saudaraku Abdullah?

Lelaki : Jika itu yang terbaik insyaallah aku juga siap ya rasul.

Rasul : Baiklah, maka nanti ba’da magrib aku akan menikahkan kalian di masjid ini. Abdullah kau siapkan mahar yang kau miliki. Jika kau tak memiliki apapun segera siapkan hafalan terbaikmu sebagai mahar.

Lelaki : Insyaallah mahar saya hafalan juz 30 ya rasul

Wanita : Subhanallah, sungguh itu mahar terbaik dari yang paling baik di seluruh jagat ini.

Rasul : Baiklah, sekarang kalian siapkan segala keperluannya, Aku temui kalian ba’da magrib di sini.

Yups begitulah kisahnya. Seorang lelaki yang hendak berbuat haram. Mencuri makanan padahal dia dalam keadaan lapar yang sangat namun mampu mengekang nafsunya, menduri barang mewah untuk dijual sedang kesempatan mencuri sangat terbuka lebar namun dia juga masih tetap mampu menahan nafsunya dan dia mampu menahan nafsu syahwat yang memuncak sedang dia seorang lelaki normal dan kondisi lagi – lagi sangat mendukung namun dia mampu menahan menahan nafsunya hingga dia kelelahan. Namun semua perjuangannya untuk meninggalkan yang haram berbuah sesuatu yang halal dan yang lebih baik. Dia dapatkan makanan yang halal, rumah mewah, istri yang cantik dan pekerjaan setelah dia nikahi janda yang ternyata penghuni rumah yang akan dia maling dan dia perkosa.

Subhanallah Walhamdulillah wala illa ha illallah allahu akbar, sungguh janji allah itu benar “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s