Efek bulan terhadap pasang-surut, gempa dan gunung api

Mungkin anda pernah mendengar adanya artikel tentang pengaruh bulan terhadap kegempaan, bahkan gempa sering terjadi pada bulan purnama atau bulan mati. Menarik bukan ?

Benarkah ini ?
Apakah ini merupakan penemuan science atau klenik ?

Gempa dan juga letusan gunungapi merupakan kegiatan yg bersifat “seketika” atau mendadak dan dipicu oleh sebuah “trigger” berupa perubahan kecil. Gunung api mungkin didahului dengan gejala-gejala lain sebelum benar-benar erupsi (meletus), baik erupsi effusive (seperti aktifitas Gn Merapi) maupun eksplosif (meletusnya Pinatubo, atau Kralatau dan Tambora). Namun gempa sangat sulit diprediksi dan gempa bersifat lebih mendadak ketimbang Gunung Api. Namun keduanya sangat dipengaruhi oleh kondisi grafitasi bumi pada saat itu.

Sudah cukup banyak penelitian yg memperlihatkan adanya hubungan antara terjadinya gempa-gempa besar dengan pasang surut (tide). memang tidak selalu kondisi pasang-surut maksimum menyebabkan terjadinya gempa. hanya saja pada saat bulan purnama atau bulan mati peluang terjadinya gempa sangat besar.

Apa sebenernya pengaruh bulan terhadap aktifitas gempa bumi ?

Bulan sangat mempengaruhi pasang surut. Pasang surut ini tentu saja mempengaruhi gaya gravitasi bumi dan merubah berat benda. Teori terjadinya gempa sering disebut “elastic rebound” atau proses pelentingan. Seperti ketapel bila dilepas maka kareat akan melentingkan batu didalamnya. Sama juga dengan gempa akibat tekanan pergeseran lempeng tektonik yg tertahan maka efeknya seperi karet yg tertahan. Nah penahan ini sangat dipengaruhi oleh beratnya sendiri, dimana berat benda tentunya tergantung dari grafitasinya. Pernah lihat kan kalau gravitasi di angkasa sangat kecil sehingga melayang. Nah grafitasi di bumi sebenarnya juga berfluktuasi sesuai dengan adanya bulan (daya tarik bulan) dan juga tentunya matahari.

Dibawah ini gambaran bagaimana frekuiensi gempa-gempa dihubungkan dengan peredaran bulan.
Lantas apa yg harus dilakukan.
Penelitian lain yg menunjukkan dimana daerah-daerah “matang” untuk terjadinya gempa perlu diketahui. Dan melihat kondiri pasang surut bukan hal sia-sia, namun tidak perlu takut apalagi trus fobia terhadap bulan purnama. Hanya perlu waspadapada saat bulan purnama.

Jaman dahulu setiap bulan purnama sering diikuti dengan sesajian untuk menolak bala, namun dengan science kita tahu bahwa sebenernya dengan sesajianpun tidak akan menolong dari terjadinya gempa. Justru mungkin dengan kewaspadaan dibulan purnama ini yg menjadi hikmah mengapa dibulan purnama manusia harus memberikan perhatian khusus.

Nah kalau anda tertarik bagaimana teori tentang meningkatnya peluang gempa terhadap pasang surut yg dipengaruhi oleh bulan, matahari dan siklus-siklus lainnya bisa dilihat juga di :

http://www.freewebz.com/eq-forecasting/130.html

Science 19 July 2002:
Vol. 297. no. 5580, pp. 348 – 349
DOI: 10.1126/science.1074601

Perspectives
GEOPHYSICS:
Tides, Earthquakes, and Volcanoes
Junzo Kasahara

Earthquakes and volcanic eruptions are caused primarily by plate tectonics. But as Kasahara explains in his Perspective, several recent studies provide evidence that tidal forces influence earthquakes associated with volcanic activity. This idea was first suggested in the 1930s, but the forces involved were long considered too weak and the evidence too limited. Recent results from the Juan de Fuca Ridge in the Pacific show a particularly clear diurnal pattern attributed to ocean tides.

The author is at the Earthquake Research Institute, University of Ttdokyo, 1,1,1,Yayoi, Bunkyo, Tokyo 113-0032, Japan. E-mail: kasa2@eri.u-tokyo.ac.jp

href=”http://photos1.blogger.com/blogger/5344/444/1600/tidal%203.jpg”>

source picture: http://www.freewebz.com/eq-forecasting/130.

Sumber : Copas dari http://rovicky.wordpress.com/2006/06/18/efek-bulan/

Dinamika pantai : “Littoral drift” Mampu Memunculkan “Pulau” dan Susut Laut

Salah satu fenomena dinamika pantai yang disebut “littoral drift” akibat “longshore current” (arus sepanjang pantai) mampu mengangkut sedimen-sedimen dangkal. Daya angkut yang cukup besar dan masif ini bahkan memungkinkan membentuk “pulau” yang mungkin nantinya juga akan terabrasi dan menjadi bagian dasar laut di tepi pantai. Tumbuh-tenggelamnya dasar laut ini merupakan fenomena alamiah yang perlu diketahui oleh orang Indonesia yang memiliki panjang pantai 95.181 km.

Fenomena dinamika pantai ini memang jarang dikenali oleh orang-orang yang lebih banyak hidup di daratan.

:( “Lah hiya Pakde, orang Indonesia semestinya mengerti fenomena dinamika pantai, karena negara kepulauan.”

Dibawah ini salah satu tulisan hasil kajian ahli-ahli geologi dengan fenomena munculnya “pulau” di Bangkalan, Madura bulan Januari tahun 2013. Walaupun disebutkan bukan fenomena geologi, namun sejatinya ini fenomena dinamika pantai yang mungkin bagian dari Marine Geology (Geologi Kelautan).

Tentunya gejala di Banten juga mirip seperti ini.

PasutGarisPantaiBanyaknya sedimen halus yang menumpuk didepan pantai dalam waktu singkat sudah pasti akan mengagetkan penduduk. Pada saat susut laut maka pantai akan menjorok ke laut lebih jauh.

:( “Mbok sudah didongengkan lagi saja bagaimana fenomena ini terjadi Pakde”

:-) “Lah kalau aku ndongeng terus kerjaanku piye, Thole ?. Lah wong duiknya mau dipakai buat beliin makannya Gembul Mukiyo

MUNCULNYA PULAU BARU DI PERAIRAN PANTAI BANGKALAN, MADURA, BUKAN FENOMENA GEOLOGI

Oleh: Prijantono Astjario,  Joni Widodo,  Jemi Gojali, Arif Ali, Ferry Siboro dan S. Lubis

Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL)

cover[1]Berita munculnya pulau baru di perairan pantai Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada pertengahan bulan Januari 2013 ini, telah mengundang polemik yang berkepanjangan terutama pada para pegiat jejaring sosial, media masa, situs dan blog internet. Bahkan, penduduk setempat telah memberikan beberapa nama untuk pulau baru atau tangkis laut ini diantaranya: Pulau Ajaeb, Pulau Karang dan Takat Emas,  karena kemunculannya yang tiba-tiba dan berada di sekitar daerah yang dikeramatkan yaitu di seberang lahan pemakaman umum (Merdeka.com, Maduraterkini.info, dsb.).

Sampai saat ini, masyarakat setempat masih mempercayai bahwa kemunculan pulau baru ini adalah pertanda akan munculnya bencana atau malapetaka yang akan menimpa desa mereka. Walaupun telah banyak pendapat dan komentar beberapa saksi mata baik dari kalangan pemuka masyarakat, ilmuwan, dan masyarakat awam yang secara langsung telah menyaksikan keberadaan pulau tersebut, namun masih menyisakan teka-teki dalam menjelaskan mekanisme logis atau proses terbentuknya pulau tersebut.

bangkalan2[1]Beberapa pendapat dari kalangan masyarakat awam mempercayai bahwa kejadian ini merupakan kejadian langka yang menyiratkan kepercayaan mistik karena hanya terjadi dalam satu malam saja.  Pendapat lain dari beberapa ilmuwan (walaupun belum ditunjang data, fakta, alasan logis, ataupun  hasil kajian saintifik), menduga-duga sebagai salah satu fenomena geologi yang dikait-kaitkan dengan geologi zona  Rembang yang dikenal sebagai kawasan terangkat (continued uplift).  Ciri zona Rembang adalah bentuk pola struktur lipatan berarah barat-timur yang melampar dari Jawa Tengah bagian utara sampai ke Madura.  Selain itu, muncul juga dugaan adanya kegiatan mud volkano yang aktif kembali atau fenomena gunung lumpur jika dikaitkan dengan dengan kejadian lahirnya gunung lumpur Sidoarjo, dan gunung lumpur di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu yang kebetulan berada pada zona satuan tektonik geologi  yang sama yaitu puncak struktur lipatan (antiklin).

Tentu saja berbagai dugaan dan komentar ini perlu didukung oleh fakta atau ciri-ciri fisik paska pembentukannya. Salah satu upaya untuk memperoleh data pendukung fenomena “terangkatnya” pulau ini adalah harus ditemukannya indikasi struktur geologi atau deformasi batuan yang lazim terbentuk di permukaan bumi, misalnya rekahan (fracture), kekar (joint), atau sesar (fault) pada bagian sayap suatu daerah pengangkatan.  Munculnya mata air, rembesan gas, atau bahkan luapan lumpur dari dalam bumi juga merupakan ciri fisik yang signifikan mendukung adanya gejala geologi sebagai penyebabnya.  Oleh sebab itulah, untuk menjawab teka-teki ini beberapa ilmuwan geologi (IAGI-net) menyarankan agar dilakukan penelitian langsung di bagian sayap atau dasar laut di sekitarnya, baik menggunakan peralatan geofisika bawah air atau secara visual langsung oleh para penyelam saintifik.

Puslitbang Geologi Kelautan (P3GL) berkerjasama dengan instruktur selam Bp. Jemi Gojali dari Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Pengprov Jabar, dan Prof. Ris. DR. Ir. Hardi Prasetyo (Wakil Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) pada tanggal 1 Februari 2013, telah melaksanakan kunjungan dan pengamatan di lokasi munculnya pulau baru tersebut.

Suatu kebetulan, bahwa pada saat pengamatan ini kondisi muka laut berada pada kondisi surut, sehingga berbagai ciri-ciri fisik proses pembentukan pulau baru tersebut dapat secara langsung diamati.  Pada saat itu, kegiatan penyelaman tidak mungkin dilaksanakan mengingat visibiliti atau jarak pandang di air laut sangat terbatas hanya sekitar 0,5 meter, dan lokasi penyelaman berada pada perairan dangkal dengan kedalaman hanya sekitar 1-2 meter.  Walaupun demikian, beberapa ciri fisik dari proses pembentukan pulau serta karakteristik materialnya dapat dikenali dengan baik.

Ciri Fisik Yang Ditemukan

Beberapa ciri fisik yang diamati di permukaan memperlihatkan bahwa pulau baru ini secara signifikan bukan dibentuk oleh proses geologi, karena tidak satupun ciri-ciri fisik gejala geologi seperti deformasi batuan, lineasi struktur yang ditemukan pada tubuh pulau ataupun di permukaan tanah sekitarnya.  Oleh sebab itu, pengamatan fisik yang dilakukan adalah mengenal ciri-ciri proses pantai dan karakteristik dari material yang membentuk pulau tersebut, diantaranya:

  • Bentuk pulau baru ini memanjang berarah timur-barat, kecuali bagian ujung-ujung pulau  berbentuk melengkung kearah selatan.  Luas pulau baru ini dihitung dari data hasil pengukuran Global Positioning System (GPS) pada garis pantai baru adalah sekitar  5.800 m2 atau 0,58 hektar, panjang pulau 224 m, lebar rata-rata 25 m merupakan daratan baru yang terbentuk dari dari timbunan material rombakan koral dengan berbagai ukuran. Ketinggian punggung pulau ini sekitar 3,2 m di atas datum sebagai basemen pulau.  Basemen pulau baru yang muncul ke permukaan laut pada saat surut merupakan rataan terumbu di bawah permukaan laut rata-rata berbentuk memanjang sekitar 400 m.
  • bangkalan3[1]Basement (bagian dasar) dari pulau baru ini adalah dasar lautnya sendiri (existing seabed) yang merupakan lamparan rombakan koral yang terdiri dari bongkah, kerakal, kerikil dan pasir yang tersusun dan tersortasi baik, sedangkan tubuh pulau terdiri dari timbunan material yang sama tetapi tidak tersusun baik.
  • bangkalan4[1]Pada material pembentuk pulau ini banyak ditemukan bongkahan terumbu koral mati (jenis Acropora) ukuran besar sampai diameter 1,3 m menyerupai bentuk jamur tetapi pada posisi yang terbalik, yaitu bagian akar dan batang berada di atas sengkan bagian mahkotanya berada di bawah, seolah-olah telah terdorong dan terangkut dari tempat asalnya (bukan bongkah insitu).
  • bangkalan7[1]Bentuk susunan material di bagian tepian utara pulau memperlihatkan ukuran bongkah besar,  makin ke atas ukuran material semakin halus namun tidak tersusunan secara seragam (mencirikan energi flux gelombang pengangkutnya relatif besar), sedangkan di tepian bagian selatan umumnya ditutupi oleh material berukuran kerakal, kerikil, dan pasir kasar dengan susunan yang lebih beraturan dan tersortasi baik (mencirikan energi flux gelombang pengangkutan yang relatif lebih kecil).
  • bangkalan8[1]Material pada ujung-ujung pulau ini berbentuk lengkung, diduga merupakan material yang terangkut oleh gelombang difraksi, dicirikan oleh adanya pola penyusunan material berukuran pasir kasar yang melengkung menyerupai struktur lidah pasir (spit).
  • Pada saat yang sama, sebagian tepian pantai Madura di sekitar pulau ini mengalami erosi pantai secara besar-besaran, terindikasi sekitar 2-3 m lahan pemakaman telah hilang terabrasi.bangkalan9[1]
  • bangkalan10[1]Ditinjau dari bentuk lereng pantai, jenis material penutup, serta susunan material pembentuk pulau ini, maka dapat dikenali adanya ciri-ciri fisik satuan morfologi pantai depan (foreshore) tersusun oleh material kasar yaitu di bagian utara tepian daratan dan satuan morfologi pantai belakang (backshore) yang terletak di tepian bagian selatan yang tersusun oleh material lebih halus. Dengan demikian, diduga bahwa proses pantai atau “littotal drift” merupakan penyebab utama terbentuknya pulau baru ini.

Rekaan Pembentukan Pulau

Mengacu pada ciri-ciri fisik yang ditemukan di permukaan pulau dan kawasan sekitarnya, maka secara logis  dapat dikemukakan beberapa kemungkinan yang menjadi dugaan kuat penyebab terbentuknya pulau ini, yaitu:

  • Bahwa munculnya pulau baru ini bukan merupakan fenomena geologi, tetapi akibat interaksi antara pasang laut pada saat spring dengan aksi gelombang ekstrim pada Monsun Barat, sehingga melipat-gandakan energi flux gelombang yang sampai ke pantai sehingga mengakibatkan perubahan “littoral drift” secara besar-besaran. Material dasar laut berukuran bongkah – pasir kasar yang terangkut selanjutnya tertumpuk membentuk timbunan diatas rataan terumbu. Dimensi tumpukan material ini membentuk daratan baru yang memanjang, yang selanjutnya oleh penduduk setempat memberi nama Pulau Ajaeb atau Pulau Karang atau Takat Emas.  Hasil pemetaan garis pantai menggunakan GPS yang ditumpangkan (overlay) pada Peta Satelit Google-maps, memperlihatkan bahwa posisi pulau ini berada tepat di atas rataan terumbu koral yang merupakan dangkalan. Hasil pengamatan visual menggunakan snorcling, memperlihatkan bahwa dangkalan ini terdiri dari material karang mati berukuran bongkah sampai pasir kasar, sehingga aksi gelombang ekstrim memungkinkan merubah morfologi dasar laut dangkalan ini
  • Data meteorologi dan oceanografi pada saat kejadian sangat mendukung dugaan ini, yaitu terjadinya puncak “spring tide” pada tgl. 13-15 Januari 2013, dan cuaca ekstrim yaitu hujan lebat, angin kencang dan gelombang badai (hampir bersamaan waktunya dengan kejadian hujan ekstrim dan banjir besar di Jakarta tgl 16-17 Januari 2013).  Aksi gelombang ekstrim pada saat puncak pasang terjadi pada tgl 15 Januari 2013 malam, yang diduga telah memicu “littoral drift” yang ekstrim pula yaitu terangkutnya material dari dasar laut dan disertai dengan munculnya timbunan rombakan koral baru dengan ketinggian sekitar 3,2 meter dari rataan terumbu yang menjadi dasar (basemen) pulau, panjang 224 m, dan lebar sekitar 25m.  Oleh sebab itu, penulis meyakini bahwa pulau baru ini tidak terbentuk hanya dalam satu malam saja, tetapi merupakan proses yang berkesinambungan. Diperkirakan bahwa selama cuaca ekstrim Monsun Barat pada saat “spring tide” yaitu antara antara tgl 10-17 Januari 2013 proses pantai ini jauh lebih intensif, sehingga mencapai puncaknya, dan setelah itu berangsur-angsur melemah kembali.
  • Selain  membentuk pulau baru, aksi gelombang ekstrim ini juga telah mengabrasi garis pantai daratan Madura yang terletak di belakangnya, terutama di pantai lahan pemakaman umum yang mundur sekitar 2-3 meter. Walaupun merupakan kejadian langka, fenomena “littoral drift” ekstrim semacam ini juga pernah terjadi dan tercatat di pantai Kuta-Bali (1985), pantai barat Bengkulu (1991), pantai Grati-Jawa Timur (1994), pantai timur Lhokseumawe-Aceh (2001), dsb.

Proses Pantai Jangka Panjang

Munculnya daratan baru secara alamiah ini telah merubah keseimbangan proses pantai di sekitarnya terutama mekanisme “littoral drift“, karena daratan ini telah beralih fungsi sebagai “groyn” atau “pemecah gelombang” (break water). Walaupun keberadaan pemecah gelombang ini lazimnya akan berfungsi sebagai pelindung pantai terhadap abrasi gelombang, namun akan membawa konsekuensi bencana baru yaitu terjadinya gelombang difraksi yang akan mengabrasi pantai di sekitarnya secara besar-besaran.  Dalam prediksi jangka panjang, aksi gelombang difraksi ini akan membentuk akumulasi sedimen yang berasal dari kedua sisi daratan sehingga terjadi proses pendangkalan (shoaling effect). Selanjutnya,  proses pendangkalan ini akan membentuk gumuk pasir atau “sand dune” yang menghubungkan daratan ini dengan daratan pantai Madura yang dikenal sebagai efek tombolo.

FotoSatelit

Dalam nomenklatur pulau-pulau kecil, bentuk daratan seperti ini tidak bisa diklasifikasikan sebagai pulau kecil permanen, karena jika fenomena gelombang ekstrim ini muncul kembali  secara berkala, kemungkinan daratan ini akan berubah bertambah besar atau bahkan akan hilang kembali sebagai “tidal elevation“. Dengan demikian, pulau ini tidak akan bertambah tinggi atau berkembang lagi, kecuali jika terjadi interaksi cuaca ekstrim dan pasang tinggi yang lebih kuat dari proses “littoral drift” yang terjadi pada pertengahan Januari 2013 yang lalu.

Ucapan terima kasih

Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada DR. Susilohadi, Kepala Puslitbang Geologi Kelautan atas kepercayaan melakukan pengamatan lapangan,  Prof. Hardi Prasetio, Wakil Ketua BPLS, atas arahan serta penjelasan tentang perkembangan tektonik regional Madura;  Bp. Supriyadi, Kepala Desa Labuhan; Bp. Sunandar; dan Bp. Amsuro atas ijin, informasi terkait, serta memandu selama kami melakukan pengamatan di lapangan.

Sumber : Copas dari http://rovicky.wordpress.com/2014/02/08/dinamika-pantai-littoral-drift-mampu-memunculkan-pulau-dan-susut-laut/

Susut laut apa saja penyebabnya

Fenomena surutnya air laut sebenernya fenomena alamiah biasa, bagi yang tinggal di pinggir pantai, khususnya nelayan fenomena pasang surut ini dialami harian dan juga bulanan. Artinya fenomena yang biasa terjadi ini kadang kala menjadi aneh bagi mereka yang tidak tinggal di pantai.

:-( “Looh Pakdhe, ini yang di pantai juga jadi takut looh !”

:-) “Fenomena biasa kalau dibumbui issue yang menakutkan oleh media elektronik dibantuk media sosial akan membuat panik terutama karena mereka tidak mengetahui apa yang sebenernya terjadi”

 

Terdapat tiga tipe dasar pasang laut: Harian (diurnal); Tengah harian (semidiurnal); Campuran (mixed tides). Nah untuk pasang-surut yang kuat seringkali dipengaruhi oleh peredaran bulan. Sehingga peredaran bulan menjadi penting terutama bagi para nelayan serta pelaut yang ingin menyandarkan kapalnya di pelabuhan yang dangkal.

Dibawah ini kurva naik turunnya muka air laut yang dibuat oleh Marufin, 2014.

Sumber Marufin 2014

Grafik prediksi selisih elevasi air laut di Karangantu antara pasang tertinggi dan surut terendah sepanjang 22 Januari 2014 hingga 4 Februari 2014 berdasarkan data prediksi dari P3SDLP. Sumber: Sudibyo, 2014 dengan data P3SDLP.

Grafik diatas memperlihatkan memang saat ini di pantai Banten sedang mengalami selisih pasang naik dan surut tertinggi.

Endapan pantai yang berupa lumpur serta sedimen lain akan mempengaruhi morfologi dasar laut. Pengaruh morfologi ini juga akan menyebabkan perubahan dalam maju-mundurnya garis pantai seperti tergambar dibawah ini.

PasutGarisPantai

A. Garis pantai rata-rata. B Garis pantai akibat pasang surut, dan C Garis pantai maju akibat pasang surut serta pendangkalan.

Jadi dengan gabungan fenomena alam akibat pendangkalan dan pasang surut maksimum juga akan berakibat maju-mundurnya garis pantai secara maksimum juga.

:( “Jadi bukan pertanda akan datangnya tsunami kan Pakde ?”

:-( “Di Indonesia, air surut tiba-tiba yang menandai datangnya tsunami dudahului gempa besar serta datangnya tsunami dalam waktu singkat hanya 20-30 menit. Bukan setelah beberapa hari seperti di Banten ini. Thole, nanti IAGI akan mencoba mendatangi tempat ini bila diperlukan verifikasi”

Jadi jangan terlalu panik dengan gejala alam yang seringkali hanyalah fenomena biasa. Bagi para pelaut mungkin kalau kita tanya akan menjawab biasa saja. Walau kadangkala ada yang ekstrim.

Selain fenomena diatas susut laut yang bersifat regional, dikenal sebagai penurunan muka air laut,  dapat terjadi apabila adanya perubahan volume air laut. Juga dapat terjadi akibat pengangkatan yang pernah dituliskan di sini Pantai Selatan Jawa Didongkrak !

terangkat1.jpg

Pantai Selatan Jawa yang terangkat

Dan tentusaja susut laut yang tiba-tiba dapat menjadi petunjuk akan datangnya tsunami. Fenomena ini didahului dengan adanya gempa, namun juga disebabkan oleh longsoran bawah laut.

gempa-tsunami-10menit-jpg[1]Dengan demikian, apabila merasakan gempa di pinggir pantai yang diikuti surutnya air laut, larilah keatas untuk menghindari tsunami.

Datangnya air bah tsunami ini hanya 20-30 menit setelah dirasakan gempa besar diatas 6 SR.

 

 Sumber : http://rovicky.wordpress.com/2014/02/07/susut-laut-apa-saja-penyebabnya/

Tuhan, marahkah Kau padaku?

Bencana tak kunjung berhenti. Wasior, Mentawai, Merapi. Lalu apa lagi setelah ini? Petanda apa ini semua? Marahkah Tuhan pada kita?

Mentawai dan Merapi sebenarnya memiliki benang merah yang menghubungkannya. Secara umum gempa di bawah laut serta fenomena gunung berapi, termasuk letusannya, erat kaitannya dengan pergerakan lempeng kerak bumi.

Muka bumi kita ini terdiri dari beberapa lempengan yang “mengapung” di atas lautan magma di perut bumi. Lempeng-lempeng itu tidak mengapung diam, namun terus bergerak. Gerakan ini tak hanya karena lempeng-lempeng itu “terapung”, tapi juga dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi serta gerak rotasi bumi. Terkadang bertumbukan satu sama lain. Tumbukan inilah yang menimbulkan gempa. Di saat lain, tumbukan yang lebih dahsyat membuat permukaan tanah di ujung lempeng yang bertumbukan terangkat ke atas, lalu terbentuklah gunung.

Konon, menurut para ahli geologi, salah satu tumbukan terdahsyat terjadi antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia. Hasil tumbukan ini adalah gunung Himalaya, yang kita kenal sebagai gunung tertinggi di muka bumi. Kejadian semacam ini terus menerus berlangsung, membentuk muka bumi kita sekarang, dan muka bumi kita di masa depan.

Coba kita perhatikan muka bumi kita yang penuh dengan gunung-gunung ini. Lalu coba bayangkan berapa juta kali lempeng-lempeng bumi itu bertumbukan. Berapa banyak gempa yang ditimbulkannya. Juga berapa banyak korban yang telah direnggutnya. Di masa lalu konon bumi ini terus menerus dilanda letusan gunung. Jauh lebih sering dari yang kita alami sekarang. Juga di suatu periode, bumi kita ini dipenuhi oleh hujan meteor yang meluluhlantakkan permukaannya.

Dan kita bertanya lagi, marahkah Tuhan? Bila aktivitas gempa, gunung meletus dan lain-lain itu kita maknai sebagai kemarahan Tuhan, maka gambaran tentang Tuhan yang kita peroleh adalah Tuhan yang tak berhenti marah-marah. Terus mengamuk seperti anak manja yang tak pernah puas. Ia pun bengis karena dengan kemarahan itu jiwa-jiwa direnggutnya.

Padahal sebenarnya Tuhan sedang “melaksanakan” tugasnya, yaitu mencipta. Ia menciptakan bumi dengan gunung-gunung di permukaannya. Melalui letusan gunung berapi Ia keluarkan berbagai mineral dari perut bumi. Juga abu penyubur lahan, serta bebatuan yang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Bahkan intan berlian yang menghiasi tubuh para wanita, dihasilkan dari letusan itu.

Itu tugas Tuhan. Dia harus menjalankan tugasNya. Kita ini ibarat anak-anak kecil yang menyaksikan bapak kita bekerja. Kalau bapak bekerja dengan api, barang berat, atau barang berbahaya lainnya, kita tak boleh dekat-dekat, apalagi mengganggunya. Berbahaya buat kita. Kita harus mengambil posisi yang tepat agar pekerjaan bapak tak membahayakan kita. Itulah tugas kita.

Gempa, tsunami, tak bisa sepenuhnya diramalkan kapan terjadinya. Tapi setidaknya kita tahu bahwa itu akan terjadi. Karenanya kita harus bersiap. Bersiap agar tidak timbul korban dari pekerjaan Tuhan itu. Bersiap agar kalaupun harus ada korban, korbannya sedikit saja.

Marahkan Tuhan pada kita? Tidak. Ia hanya sedang mencipta. Tapi boleh jadi Tuhan marah pada kita karena kita tak kunjung paham pada tugasNya, pada kasihNya. Tuhan mungkin marah bila kita tak tahu bagaimana harus berbuat saat Ia sedang melaksanakan tugasNya.

Sumber : Copas dari status Hasanudin Abdurakhman pada postingan di grup KAGAMA

Adap Makan Menurut Ajaran Nabi

Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang

Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits:
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”

Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.” Maksudnya mereka ini makan secara sederhana.

Makna hadits ini benar akan tetapi ada kelemahan di dalam sanadnya.

[Sisi kelemahannya bisa dilihat dalam Zaad Al-Ma’ad dan Al-Bidayah karya Ibnu Katsir].

Amalan seperti ini baik untuk (tubuh) manusia, yaitu jika dia makan karena sudah lapar atau memang butuh untuk makan. Jika dia makan, maka dia tidak berlebihan dalam makan dan tidak sampai kenyang yang berlebih. Adapun jika kenyangnya tidak memudharatkan dirinya maka itu tidak mengapa.

Orang-orang di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam dan zaman selainnya, mereka makan dan mereka kenyang. Hanya saja yang dikhawatirkan (mendatangkan mudharat) adalah kekenyangan yang berlebihan. Nabi shallallahu alaihi wasallam pada sebagian kesempatan pernah diundang untuk menghadiri walimah (resepsi pernikahan), beliau juga sering menjamu tamu dan menyuruh mereka makan, lalu merekapun makan sampai mereka kenyang. Kemudian setelah itu barulah beliau dan para sahabat yang tersisa ikut makan.

Di zaman beliau shallallahu alaihi wasallam diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah Al-Anshari pernah mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam -pada hari Al-Ahzab yaitu hari perang Khandaq- untuk menyantap hidangan berupa hewan sembelihan yang kecil yang disantap bersama dengan sedikit gandum. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk memotong roti (gandum) dan daging tersebut, lalu beliau memanggil para sahabat sepuluh-sepuluh orang untuk makan. Maka merekapun makan sampai mereka kenyang kemudian mereka pergi, kemudian datang lagi 10 orang berikutnya, dan demikian seterusnya. Maka Allah memberkahi gandum dan daging tersebut, sehingga semua sahabat yang jumlahnya banyak waktu itu bisa makan seluruhnya, namun tetap saja masih banyak makanan yang tersisa sehingga mereka membaginya kepada tetangga-tetangga mereka.

Pada suatu hari Nabi shallallahu alaihi wasallam juga pernah memberi minum susu kepada ahlu ash-shuffah (para sahabat yang tinggal di masjid, pent.). Abu Hurairah berkata, “Maka aku memberikan minum kepada mereka sampai hilang dahaga mereka. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Minumlah wahai Abu Hurairah,” Abu Hurairah menjawab, “Saya sudah minum.” Kemudian beliau bersabda, “Minum lagi,” maka saya kembali minum. Kemudian beliau bersabda, “Minum lagi,” maka saya minum lagi. Kemudian saya berkata, “Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, saya sudah tidak kuat lagi (untuk minum).” Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam mengambil minuman yang tersisa lalu beliau alaihishshalatu wassalam minum.” Hal ini menunjukkan bolehnya kenyang dalam makan dan minum, hanya saja jangan sampai dalam taraf membahayakan.

[Fatwa Asy-Syaikh Ibnu Baaz ini diterjemah dari:http://www.ibnbaz.org.sa/mat/38]

Kisah Nyata: Kisah Seorang Istri yang Sholehah..

Image

Akhwatmuslimah.com – Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

oOo

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

oOo

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

oOo

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin. [ ]

Copas dari :http://www.akhwatmuslimah.com/2013/11/1428/kisah-nyata-kisah-seorang-istri-yang-sholehah/

Tinggalkan yang haram, maka kau dapatkan yang Halal

Image

Subhanallah maha suci Allah,..

Sabtu pekan lalu aku berkumpul dengan orang – orang sholeh alhamdulillah, kami saling bertukar cerita, berbagi dan saling nasihat menasihati. Begitulah indahnya ukhuwah 🙂

Menjelang shalat dzuhur sesaat sebelum kumandang adzan, murabbiku bercerita tentang sebuah kisah pergolakan hati melawan napsu diri sendiri. Begini kisahnya.

Di tanah tandus nan gersang hiduplah seorang lelaki miskin, tak bermata pencaharian, dia seorang duda karna ditinggal mati istrinya. Suatu siang dia berkeluyuran mencari – cari sesuap nasi, sudah 2 hari dia tidak makan. Yups perih memelintir usus – ususnya yang berontak. Di tengah perjalanan menuju pasar, dia menoleh sebuah rumah besar di seberang jalan. Bau makanan semakin menggiurkan tercium halus dan menusuk indra pembaunya. Perlahan dia dekati rumah itu yang ternyata tak terkunci.

Lelaki itu masuk dengan mengendap – endap, semakin dicari semakin penasaran. Lalu dia dapati berbagai macam makanan terhidang di ruang makan, saat dia akan mengambil makanan tersebut karena sudah tak tahan dengan perihnya usus yang berontak melilitnya, dia teringat akan satu nasihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Susah payah lelaki itu akhirnya mengurungkan niat mencurinya.

Dia telusuri rumah mewah itu, saat itu rumah sepi tak nampak penghuni rumah. Suasana seperti ini sangat mendukung untuk mencuri apalagi di sana – sini nampak barang – barang mewah yang pastinya mahal jika dijual, bisa dia gunakan untuk makan sebulan. Saat dia sudah menyentuh satu barang yang dirasa menarik dan akan dia jual ke pasar, tiba – tiba lelaki itu teringat lagi akan nasihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Perang batin kembali berulang. Jika dia ambil maka penghuni rumah sudah pasti tak akan tahu karna rumah nampak kosong dan jika hanya berkurang satu koleksi barang saja pasti penghuni rumah juga tak akan curiga karna koleksi terlalu banyak untuk dihitung dan yang pasti dia bisa bertahan hidup selama sebuhan, oh indahnya hidup. Namun pikiran baiknya lebih mendominasinya sehingga dia urungkan kembali niatnya untuk mencuri tersebut.

Masih galau dan perutnya pun masih melilit perih, si lelaki tersebut berjalan melihat – lihat ruang demi ruang. Terkesiap pada satu sosok tubuh yang terkulai lelap dengan posisi tidur sangat menggiurkan bagi seorang lelaki. Yups itulah penghuni sekaligus pemilik rumah mewah itu yang kini sedang terlelap dibuai mimpi indah. Sang lelaki hanya memandangi dan menikmati pemandangan di depannya yang mengundah syahwat. Tiba – tiba rasa lapar dan kesalnya hilang yang muncul kemudian pikiran bejat untuk memenuhi nafsu birahinya sebagai seorang lelaki duda lama ditinggal mati istri. Selangkah demi selangkah lelaki tersebut mendekati tempat tidur si wanita cantik pemilik rumah mewah. Namun hanya kurang selangkah lagi dia teringat kembali akan asihat rasul “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”. Kembali dia tersiksa dan merasa lelah karena menahan hawa nafsunya sendiri akhirnya dia keluar dari rumah dan mengurungkan niatnya untuk memperkosa wanita tersebut.

Disepanjang jalan dia mengutuki dirinya sendiri. Lapar yang menyiksanya dan rasa capek dan lelah karna menahan hawa nafsunya sendiri mengantarkannya menuju masjid. Diambilnya air wudhu kemudian shalat. Karena rasa lelah dan lapar yang tak terkira lelaki tersebut tertidur di dalam masjid.

Beberapa jam kemudian datanglah seorang wanita mengadu kepada rasul. Kebetulan rasul sedang shalat berjamaah di masjid tersebut.

Wanita : Ya rasul aku ingin mengadukan sesuatu hal kepadamu

Rasul : Ya wahai wanita, apakah yang hendak kau adukan?

Wanita : Ya rasul aku seorang janda dan tinggal sendirian. Tadi siang rumahku kemasukan maling, namun maling tersebut tak mengambil barang satupun. Aku takut ya rasul, bisakah kau mencarikanku seorang penjaga agar aku tak khawatir dengan keadaanku?

Kemudian rasul melihat di sekitarnya, dia bangunkan lelaki duda tadi yang tengah tertidur.

Rasul : Wahai saudaraku bangunlah ada yang hendak aku tanyakan kepadamu.

Lelaki : Ya rasul apakah yang hendak kau tanyakan padaku?

Rasul : Siapa namamu? Apa pekerjaanmu? Apakah kau sudah menikah?

Lelaki : Namaku Abdullah, aku tak mempunyai pekerjaan ya rasul, dan aku seorang duda

Rasul : Mau kah kau kuberi pekerjaan?

Lelaki : Alhamdulillah, dengan senang hati ya rasul. Apakah pekerjaan tersebut ya rasul.

Rasul : Ayo ikut denganku nanti kau akan tahu.

Lelaki : Baik ya rasul

Kemudian Abdullah mengekor rasul menemui sang wanita yang mengadukan perihal maling tersebut.

Rasul : Wahai fulanah siapa namamu?

Wanita : Namaku Aminah ya rasul.

Rasul : Baik jadi begini saja, Aminah seorang janda dia merasa terusik akan kedatangan maling yang tadi siang memasuki rumahnya walaupun tak ada kehilangan barang satupun, namun perasaan khawatir terus menghinggapinya sehingga dia menghendaki untuk mencari penjaga. Namun yang namanya penjaga harusah seorang lelaki, dan tidak baik jika dalam satu rumah dihuni oleh dua orang yang bukan mahram. Nah disini aku telah menemukan seorang lelaki sholeh insyaallah dan dia seorang duda apakah kau saudaraku Aminah menghendaki usulanku untuk menikah dengan Abdullah?

Wanita : Jika itu yang terbaik insyaallah aku menghendaki usulah rasul

Rasul : Bagaimana denganmu saudaraku Abdullah?

Lelaki : Jika itu yang terbaik insyaallah aku juga siap ya rasul.

Rasul : Baiklah, maka nanti ba’da magrib aku akan menikahkan kalian di masjid ini. Abdullah kau siapkan mahar yang kau miliki. Jika kau tak memiliki apapun segera siapkan hafalan terbaikmu sebagai mahar.

Lelaki : Insyaallah mahar saya hafalan juz 30 ya rasul

Wanita : Subhanallah, sungguh itu mahar terbaik dari yang paling baik di seluruh jagat ini.

Rasul : Baiklah, sekarang kalian siapkan segala keperluannya, Aku temui kalian ba’da magrib di sini.

Yups begitulah kisahnya. Seorang lelaki yang hendak berbuat haram. Mencuri makanan padahal dia dalam keadaan lapar yang sangat namun mampu mengekang nafsunya, menduri barang mewah untuk dijual sedang kesempatan mencuri sangat terbuka lebar namun dia juga masih tetap mampu menahan nafsunya dan dia mampu menahan nafsu syahwat yang memuncak sedang dia seorang lelaki normal dan kondisi lagi – lagi sangat mendukung namun dia mampu menahan menahan nafsunya hingga dia kelelahan. Namun semua perjuangannya untuk meninggalkan yang haram berbuah sesuatu yang halal dan yang lebih baik. Dia dapatkan makanan yang halal, rumah mewah, istri yang cantik dan pekerjaan setelah dia nikahi janda yang ternyata penghuni rumah yang akan dia maling dan dia perkosa.

Subhanallah Walhamdulillah wala illa ha illallah allahu akbar, sungguh janji allah itu benar “tinggalkan yang haram, maka kau akan mendapatkan yang halal”.

Gombalan untuk Meyakinkan Bapak Calon Mertua

Image

Tadi pagi gue lagi rajin dan semangat – semangatnya buat nyuci baju, yah nyuci baju belajar jadi manusia super keren dan calon wanita sholehan (walaupun cuma mimpi paling nggak gue udah berusaha)
Nah waktu nyuci dengan tangan dipenuhin buih diterjen yang super banyak, tiba – tiba di otak gue terlintas kalimat “bapak calon mertua” 
ahai sambil kucek – kucek gue coba gali dan gali kalimat apa yang paling cocok buat menggalau di weekend ini?

nah selepas kucek – kucek, jemur dan cuci muka pake diterjen gue langsung terbang ke kamar buat menuliskan sedikit geombalan yang yah bisa dibilang gombalan buat ngerayu bapak calon mertua yang intinya meyakinkan blio. walaupun gue belom tau siapa calon yang udah disiapin sama Allah, gue mau nyicil sedikit demi sedikit buat meyakinkan bapak calon mertua, toh gue juga gak tau kapan jodoh bakalan dateng kapan.

Nah alangkah baeknya klo sedia gombalan sebelum bapak calon mertua menghampiri hahahaha

Nah beginilah gombalan gue, semoga yang sedikit ini bermanfaat juga buat para sobit sobit yang sedang mempersiapkan diri juga wkakakaka 

 

 

Gombalan untuk Bapak Calon Mertua

Duhai bapak calon mertua ketahuilah,

walaupun ketika kami melamar pekerjaan

saat interview mereka (para bapak hrd dan owner)

mengatakan bahwa geodet itu hidupnya

seperti “kutu loncat” tapi please yakinlah

ketika kami (geodet) telah jatuh cinta

maka hati kami hanya akan terikat pada satu patokkuat, ya patok titik BM

titik yang diikatkan pada sistem koordinat langit(celestial)

yang sudah tak mungkin diragukan lagi akurasi danpresisinya

yang sudah tak diragukan lagi pergeserannya,

seperti hati kami yang tak akan bergeser dari ikatanhati anakmu ke hati yang lain

Wahai bapak calon mertua,

menjadi kutu loncat pun sebenarnya bukan pilihankami

namun memang kehidupan bagi kami mengharuskan untuk

loncat sana loncat sini.

loncat nomaden melaksanakan tugas sebagai geodet daridaerah satu ke daerah yang lain

demi menghidupi anakmu juga kelak ketika engkaumerestui kami.

Duhai bapak calon mertua,

yakinlah bahwa kami (geodet) adalah makhluk yangsama lemahnya dengan makhluk lain

makhluk yang dengan pemikirannya mengutamakanpresisi dan akurasi

meski terkadang dalam mencapai target ketelitiantertentu

banyak noise dan kesalahan yang luput dari jangkauankami

karna kami juga yakin dalam kehidupan ini selalu berlakuteori kesalahan

Duhai bapak calon mertua,

ketahuilah kami (geodet) selalu berusaha menghindarikesalahan blunder

walau kadang kami masih sering melakukan kesalahan random,

tapi ketahuilah dalam kehidupan ini

ada 3 kesalahan yang harus kami hindari yaitukesalahan blunder, random dan sistematis.

dan kami (geodet) dengan prinsip dan kemampuan yangdiberkatkan

hanya bisa mengeliminasi kesalahan random tersebut.

jadi percayakanlah kepada kami

untuk menjaga anakmu dan kami berusaha untuk tidakmelakukan kesalahan – kesalahan tersebut

Duhai bapak calon mertua yang baik dan bijaksana

kehidupan yang akan kami hadapi memang sangatdinamis

penuh dinamika maka kami berdua harus selaluistiqomah

untuk selalu belajar dan mencoba mendefinisikansetiap dinamika yang terjadi

agar kami mampu menjalani kehidupan kami kelak

Duhai bapak calon mertua,

walaupun kami (geodet) akan sering pergimeninggalkan anakmu

ntah dalam periode yang panjang atau pendek

namun ketahuilah wahai bapak calon mertua

bahwa hati kami sudah satu frekuensi,

sehingga kami bisa mengirimkan sinyal terbaik kami

dan anakmu adalah seorang pandai dan cerdas

yakinlah dia adalah sosok yang pandai dalam halmenerjemahkan kode kode yang kami kirim

jadi janganlah khawatir tentang kehidupan rumahtangga kami kelak

Wahai bapakcalon mertua,

ketahuilah hatiteguh keras kami (geodet) ini hanya bisa diikatkan pada satu titik

ya satu titik,dan titik itu adalah hati anakmu

#Eaaaaaa#eaaaaaaa #eaaaaaaaa

 

Mencari Ridha Orang Tua

Image

Rasa sesak dan panas kian membara itulh yang dirasakan Rere malam itu. Sudah seminggu Rere merenung tentang hal – hal yang terjadi akhir – akhir ini membuat kepalanya semakin pusing dan gusar. Ntah apa yang dia pikirkan selama ini mungkin ini buah yang dia tuai ketika dia telah melupakan satu kewajibannya. Ya kewajiban untuk menengok orang tuanya di desa, apalagi di akhir tahun 2013 lalu neneknya telah menjadi mu’alaf.

Duhai Rere kenapa begitu picik pikiranmu, kau egois, kau lupa siapa yang mengasuhmu sewaktu kau masih kecil? Ya wanita keriput yang kini renta itulah yang mengasuhmu Re. Wanita yang dengan jarit batiknya yang selalu setia membalut menutup auratnya itulah yang harusnya kau tengok. Kau tau Re? Jauh di sana,.. di relung hatinya selalu menyebut namamu,.. harusnya itu kau sadari dari awal sewaktu dia mulai menyadari di usianya yang semakin rapuh. Cuma kamu Re, ya cuma kamu yang bisa membimbingnya menjadi seorang mu’alaf yang taat. Kau harus pulang Re ,.. ya kau harus pulang. walaupun cuma seminggu kau harus habiskan waktu seminggumu itu untuk meluruskan aqidahnya, membantu dan membimbingnya mempelajari islam. Kau memang harus pulang Re,..

Begitulah kira – kira pertempuran batin yang akhir ini kian panas di hati Rere.

Sore itu Rere masih stay di kos, belum juga dia keluar seharian ini. Kalau bukan karna urusan perut dia tak akan kluar kos, apalagi hari – hari ini dia sangat malas untuk memasak sendiri dikos. Namun menjelang dia pergi, masih nampak kebimbangan menyertai raut wajahnya yang kian pucat karna gelisah, gusar, kurang tidur. Duhai Rere yang galau,.. hilangkanlah sejenak rasa bersalahmu, hilangkan sejenak kerinduanmu, hilangkan sejenak kepanikanmu. Kau masih punya Allah yang selalu setia menjadi pelindung sekaligus tempatmu bernaung.

Di tengah perjlanan Rere mampir di toko untuk membeli beberapa kebutuhan bulanan, sambil melirik mengitari seluruh ruangan dia layangkan pandangannya pada satu benda. Yups MADU. Dia ambil madu sabotol sambil tersenyum ramah dia berikan kepada mz penjaga toko “Satu mz” anggukan ramah pun menyertai senyumnya. Mz penjaga pun balik bertanya “cuma madu aja mbak? ” “hmm iya mz, itu aja. Berapa mz?” “45 ribu mbak”. “Ok mz, makasih” “sama – sama mbak”.

Madu sudah ditangan, lalu dia meninggalkan toko itu menuju warung makan yang agak jauh dari kosan. Rere berniat membuang kepenatannya dengan berkeliling muter – muter daerah kos lalu pikirannya kembali melayang – layang ke masa – masa beberapa bulan silam saat dia pertama kali mendengar berita bahwa neneknya telah menjadi mu’alaf. Kembali hatinya gusar. Namun akhirnya dipenghujung jalan pogung arah pandega marta Rere telah memantapkan tekatnya untuk pulang menemui neneknya tercinta. Ya dia akan pulang membaktikan diri kepada neneknya, namun ada sejuta harapan terselubung yang akan dia utarakan kepada kedua orang tuanya. Ya Rere pulang untuk meminta ridha ke dua orang tuanya. Rere merasa mungkin orang tuanya masih punya ganjalan sehingga muncul rasa ketidak ridha annya jika Rere tetap tinggal di jogja. Rere ingin meminta maaf kepada kedua orang tuanya, menjelaskan segala hal yang akan dilakukan di Jogja dan meminta ke ridhaan hati kedua orang tuanya. Semoga Rere bisa menggapai ridha orang tuanya.

Rere sadar ridha orang tua = ridha allah, bagaimana mungkin Allah ridha jika orang tua Rere masih belum ikhlas dan ridha terhadap keputusan Rere?

Ya Allah yang maha mengetahui dan membolak balikkan hati permudahkanlah segala urusan Rere, lancarkanlah segala urusannya, berikanlah kasih sayang juga perlindungan baginya. Rere sayang Rere yang hilang,…