Ini Pilihanku “Kerja tapi Tetap Aktif Bermain”

Siang itu yang tinggal di kantor Cuma aku sama Gina, lumayan banyak agenda yang harus diurus plus ada beberapa tugas yang harus kami selesaikan bareng. Kebetulan para staf pegawai di dispo ke luar ada yg ke Jakarta, Bogor, dan satu lagi di dispo untuk rapat di salah satu hotel ternama dijogja. Lengkaplah sudah peribahasa purba “Ruang kerja ini milik kita berdua” karna Cuma tinggal berdua. Kesibukan demi kesibukan yang kami alami adalah hal yang biasa sebagai pekerja, dimana kami harus naik turun tangga lantai 1-3 untuk mengurus keperluan surat undangan rapat, administrasi perijinan, pajak dan lain – lain.

Dan tepat pukul 15:30 terdengar suara music lagu – lagu lucu yang aku sendiri g tau siapa yang nyanyi yang jelas lucu banget. Yup itu adalah bel tanda para pegawai sudah harus meninggalkan ruang kerja mereka untuk menemui anak dan istrinya di rumah. Namun beda halnya dengan kami berdua, aku dan Gina lebih memilih untuk makan bareng dulu sebelum pulang ke kos masing – masing.

Keesokan harinya masih dengan suasana yang sama, yups “ruang kerja ini milik kita berdua” sibuk? G juga kami menikmati indahnya bekerja tanpa deadline tugas, tidak ada tugas mengantri di layar monitor kami. Hanya beberapa panggilan telpon menanyakan keberadaan beberapa staf  untuk menghadiri rapat. Tapi karna para staf semuanya di dispo ke luar kota maka tak satupun dari kami berdua yang mengikuti rapat. Lagi – lagi waktu kami habiskan dengan ngedengerin lagu – lagu barat, indonesah, nasyid (kalo pas lagi galau) dan lagu india soundtracnya 3 idiot. Dan tibalah saatnya kami berdua meninggalkan kantor tepat pukul 15:30 diiringi lagu yang berbeda tapi tetep aneh dan lucu dipendengaranku.

Yups saat semua orang menuju ke rumah masing – masing aku memilih untuk ke masjid daerah Timoho untuk sekedar numpang shalat dang anti seragam karateka karna hari itu aku ada jadwal latihan di Dojo auditorium UNY. Sesampai di Dojo temen – temen udah pada selesai pemanaran lari 3x putaran untuk dewasa dan 2x putaran untuk krucil – krucil. Yups beberapa menit kemudian aku udah kelar 3x putaran dan bergabung untuk pemanasan lagi, gerakan senam split dan lain – lain.

Tengok kanan – kiri kulihat jreng jreng ada senpai tomi (senai ungkuk2) dalam hatiku mengumpat #haish bakalan diungkuk ungkuk meneh ki nek sama senpai yang satu ini.

Dan yups bener banget tiap gerakan kami di jeda dengan push up 20x gara suara teriakan kami g menampakkan semangat. Maklumlah banyak yang terlambat karna ada jadwal kuliah dan alasan masuk akal lainnya. U know? Di beberapa sesi akhir pas latihan gerakan kaki lebih parah lagi karna kami masih kaku dan kurang maksimal melakukan tendangan – tendangan arah kepala. Sialnya senpai tomi selalu di depanku dan tangannya mengarah ke atas setinggi kepalaku dan aku harus mencapai tendangan maegerijodan (tendangan kearah kepala) dan kakiku masih kurang dikit menyentuk tangan blio. Dan yups blio bilang “semangat, tambah speed, kurang tinggi, ayo kurang tinggi”.

Busyet ni anak angkatan 2010 aja belagu amet kurang tinggi – kurang tinggi, padahal usaha buat mencapai ketinggian setara kepala untuk kaki bagan kiri aku sangat kepayahan karna kekuatanku tak seimbang. Lebih maksimal di kaki kanan. Disamping itu juga aku takut celanaku sobek kayak kejadian beberapa temenku. Salah satunya ya si Dika sama celda yang sempet sobek celananya waktu split.

Kekhasan dari latihan karate inkai uny kalo yang ngelatih senpai tomi selalu ada acara ungkuk – ungkuk dan pembantaian. Bayangpun push up cewek dan cowok sama 60x back up 30x dan sit up 30x. Awalnya kami g yakin bisa mencapai angka syadis itu, tapi karna paksa, paksa dan dipaksa terus terusan akhirnya kami semua mampu menyelesaikan angka angka fantastis itu.

Satu pelajaran yang aku dapat deri kesibukan – kesibukanku tertuang semua dari kejadian sore itu “Sesuatu yang baik kadang harus dipaksakan untuk mencapai hasil yang perfect dan optimal”. Bekerja dari pagi sampai sore dan dilanjutkan dengan latihan karate sampai magrib tak akan jadi masalah karna udah jadi pilihanku sendiri.

Keep enjoy and cheerrrrrrrrrsssssssss ^^

Advertisements

No Mention Just My Heart

Image

Beberapa hari ini aku merasa kalut, di kosan suram di kantor cuma rapat – rapat dan rapat. Tapi yang bikin kalut sebenernya adalah satu hal yup sebut aja ketidak pastian.

Lalu kupetik gitar dan kunyanyikan lagu sendu menggalau segalau galaunya kakak,..

Ah harusnya aku tak seperti ini tapi mayanlah buat dibikin cerita 😀

lanjut lagi ah nulisnya ,……………….

Ingin rasanya sesuatu yg g pasti tersebut dengan menanyakannya langsung kepada blio, tapi apalah daya aku hanyalah seorang wanita yang teguh dengan menjunjung gengsi setinggi langit. Dan ku putuskan untuk diam dan menunggu. Sebenernya rasanya sesak menjadi wanita yang hidup dalam ketidak pastian, sesak menjadi wanita yang harus menunggu, sesak menjadi wanita yang tiba – tiba timbul rasa suka pada seseorang yang lama tak jumpa dan blio ternyata memenuhi semua kriteria yang aku idamkan.

1. Sholeh, Teknik

2. Suku Jawa

3. Lebih tua 2 – 8 th

4. Cerdas dan lowprofile suka wirausaha

5. Bertanggung jawab

Hampir setiap hari aku berkomunikasi ngobrol dengan blio, apapun selalu menjadi hal yang menarik untuk diobrolkan. Kecerdasan blio memilih topik bahasan dan pembawaan blio yang lucu semakin membuatku menghormati blio. Tapi dari semua obrolan – obrolan yang awalnya dimulai dari ide – ide usaha berubah menjadi tema nikah. Yah mungkin sudah saatnya kami diusia yang muda ini untuk menikah. Tapi entahlah semua terasa kabur tanpa kejelasan.

Lama – lama aku jadi benar – benar tertarik dan memiliki kecenderungan dengan blio, karna kebaikan dan ke geje an nya kali yah. Ah sudahlah aku bingung, galau, lebih baik aq diam dan tetap menunggu hingga usiaku 24 may be. Jika di usia 24 blio tidak mengatakan apa – apa yah mungkin memang sebatas teman saja untuk kami. Dan aku tak mau silaturahim ini terputus, tetap jadilah saudara selamanya 😀